
3 Cara untuk Bikin Daging Sapi yang Empuk Ala Chef Willgoz. ( freepik.com)
JawaPos.com - Idul Adha di depan mata, kamu tentu menantikan bagian paling menyenangkan dari hari raya kurban. Betul, makan daging!
Terutama bagi sebagian orang, makan daging adalah suatu kemewahan yang tidak bisa dinikmati bahkan setahun sekali.
Oleh karenanya, kesempatan untuk memasak daging ini adalah kesempatan langka dan jarang didapatkan. Memasak daging kurban perlu dilakukan dengan baik tanpa berbuat kesalahan.
Kamu tentu pernah mendengar perdebatan apakah daging sapi perlu dicuci menggunakan air atau tidak. Hal ini terjadi atas berbagai alasan.
Ada yang menganggap bahwa mencuci daging dengan air bsia membersihkan secara menyeluruh daging, mengingat air digunakan sebagai elemen pembersih benda atau makanan apapun.
Disis lain, ada yang menganggap bahwa daging merah tidak termasuk dalam daging yang perlu dicuci, apalagi menggunakan air. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa mencucinya dengan air justru menambah kemungkinan kontaminasi silang.
Lantas,pernyataan mana yang benar? Sebelum kamu memasak daging sapi kurban, mari kita bahas apakah boleh mencucinya dengan air atau tidak.
Ada banyak cara masyarakat mencuci daging sapi dan unggas dengan air sebelum dimasak menjadi makanan.
Mulai dari membilasnya dengan air mengalir di wastafel, merendam dengan baskom berisi air, serta mencampur air dengan bahan lain seperti garam, cuka, perasan lemon.
Dilansir dari Healthline, daging termasuk dalam golongan makanan yang membawa bakteri atau kuman berbahaya yang bsia menyebabkan keracunan makanan. Oleh sebab itu, daging digolongkan dalam makanan berisiko tinggi.
Hal tersebut bisa jadi alasan dibalik perilaku mencuci daging dengan air. Di beberapa budaya di dunia, mencuci daging dengan air adalah hal yang sangat lumrah untuk dilakukan.
Akan tetapi dilansir dari USDA Food Safety and Inspection Service, mencuci atau membilas daing atau unggas meningkatkan risiko kontaminasi silang di dapur.
Yang dimaksud dengan kontaminasi silang adalah adanya bakteri dari daging yang biasa terciprat ke permukaan lain ketika proses mencuci dilakukan.
Dilansir dari Healthline, permukaan lain yang dimaksud adalah wastafel, meja dapur, dan permukaan lain. Lebih jauh, cipratan air mengandung bakteri tadi bisa mendarat di makanan yang akan dimakan mentah yakni buah atau sayuran.
Dilansir dari USDA, beberapa bakteri yang ada di daging sangat lekat menempel pada daging. Oleh karenanya, berapa kalipun daging dicuci dengan air bakteri tersebut tidak akan mudah menghilang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
