Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Maret 2020 | 02.03 WIB

Ketika Selebritas Terpikat Pesona Ranu Manduro Mojokerto

BIKIN PENASARAN: Sabana Ranu Manduro di Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, mendadak menjadi jujukan wisatawan. (SALIHIN/JAWA POS RADAR MOJOKERTO) - Image

BIKIN PENASARAN: Sabana Ranu Manduro di Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, mendadak menjadi jujukan wisatawan. (SALIHIN/JAWA POS RADAR MOJOKERTO)

JawaPos.com - Nama Ranu Manduro belakangan ini viral di media sosial (medsos). Bekas galian C (sirtu) di Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, itu menjelma bak padang rumput eksotis di Selandia Baru. Hamparan rerumputan hijau dihiasi bebatuan dan tebing alam dengan latar belakang Gunung Penanggungan. Pemandangan itu mengundang banyak wisatawan, bahkan dari kalangan selebriti.

Meski pemilik lahan menutup akses dengan memasang plakat larangan masuk kawasan pertambangan tanpa izin, minat wisatawan tidak surut. Ranu Manduro berada sekitar 1 kilometer dari Jalan Raya Mojokerto–Pasuruan. Sejak videonya viral akhir pekan ini, sabana itu makin ramai dikunjungi. Pada hari libur kemarin (1/3), alam dengan background Gunung Penanggungan itu dikunjungi lebih dari 5.000 orang. Warga sekitar pun ketiban berkah. Ada yang membuka lahan parkir dadakan dan berjualan.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, antrean panjang kendaraan mengular sampai 1 kilometer. Selain warga lokal, sebagian pengunjung berasal dari luar Mojokerto. Mereka berjubel di pintu keluar dan masuk hingga area lokasi sabana. Ya, dalam sekejap, objek destinasi baru itu memang langsung menjadi buruan wisatawan dan traveler dari berbagai daerah.

Beberapa figur publik turut mendatangi area yang dulunya seperti danau buatan itu. Salah satunya penyanyi Via Vallen. Sabtu lalu dia datang bersama sang adik mengendarai motor. Video kunjungannya ke Ranu Manduro dia posting di laman Instagram pribadinya.

Kades Manduro Manggung Gajah Eka Dwi Firmansyah menyatakan sempat berencana menyulap Ranu Manduro menjadi destinasi wisata komersial. Dia ingin membangun infrastruktur pendukung agar wisatawan semakin betah menikmati pesona alam. Misalnya, pendapa, musala, tempat parkir, hingga food court. Di sana ada 9 hektare tanah kas desa (TKD) yang akan dimanfaatkan untuk mengembangkan ekonomi warga sekitar. Bahkan, pemdes siap menyediakan mobil tangki untuk menyiram rumput selama musim kemarau agar keasriannya terjaga.

”Jika nanti disetujui pemilik lahan, akan dikelola sebagai wisata oleh BUMDes (badan usaha milik desa) untuk menambah PAD,” harapnya.

Photo

TIDAK KANTONGI IZIN WISATA: Kawasan Ranu Manduro sejatinya adalah bekas galian sirtu yang berhenti beroperasi sejak Desember 2019. (KHODORI/JAWA POS RADAR MOJOKERTO)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore