
Durian Ngembal dari Kabupaten Pasuruan. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
Persebaran durian di Kabupaten Pasuruan cukup merata. Salah satunya di Desa Ngembal. Di sana ada durian yang besarnya hanya sekepal tangan.
---
BERADA di dataran tinggi Pegunungan Bromo, Kabupaten Pasuruan masuk daftar wilayah penghasil durian di Jatim. Bahkan, persebarannya hampir merata di seluruh kecamatan.
Karena itu pula, jumlah pohon durian yang tersebar di sana cukup banyak. Berdasar data Pemkab Pasuruan, sedikitnya ada 738.935 pohon yang ditanam.
Masa panen durian di Pasuruan juga lebih variatif. Bergantung ketinggian tanahnya. Di daerah di ketinggian 400 meter di atas permukaan laut (dpl), durian berjatuhan sejak November. Baru disusul di daerah yang lebih tinggi. Masa panen berlangsung hingga Maret.
Salah satu daerah yang sudah masuk masa panen adalah Desa Ngembal, Kecamatan Tutur. Daerah itu sudah lama dikenal sebagai kampung durian. Mayoritas pekarangan rumah warga ditanami pohon tersebut. ”Hampir tiap warga punya. Ada yang di kebun atau halaman rumah,” ujar Tasmawi, salah seorang petani durian di desa itu.
Pria yang berkecimpung di dunia durian sejak 1992 itu mengatakan, rata-rata durian berasal dari pohon yang sudah uzur. Memang, saat ini sebagian warga mulai memperbarui tanamannya. ”Tapi, para penggemar lebih banyak mencari durian lokalnya,” ujar pria 56 tahun itu.
Durian asal desa tersebut memiliki ukuran dan rasa beraneka ragam. Mulai yang manis hingga lebih manis daripada durian manca. Selain itu, ada durian yang rasa pahitnya lebih dominan.
Keunikan durian ngembal bisa ditemukan pada ukurannya. Rata-rata berat durian ngembal tak jauh beda dengan jenis lokal lain, yakni 1,5 hingga 2,5 kilogram. Namun, ternyata ada juga yang berukuran superkecil. Hanya sekepal tangan. ”Meski bentuknya mini, rasanya tidak kalah dengan durian ukuran normal,” katanya
https://www.youtube.com/watch?v=5fI1xmWSz80
Selain itu, ada keunikan lain durian asal Pegunungan Bromo, termasuk ngembal. Sebagian pohonnya bisa beradaptasi dengan tanaman lain. Terutama yang jaraknya berdekatan.
Rasa durian bisa ”bertransformasi” mengikuti rasa tanaman yang ada di sebelahnya. Seperti petai, rambutan, hingga alpukat. ”Ada durian yang rasa aslinya manis saja. Tapi, karena berdekatan dengan pohon petai, jadi ada pahitnya,” katanya.
Sebagian petani di desa itu lebih suka menjualnya sendiri. Sebab, selain supaya brand durian ngembal bisa lebih dikenal, mereka bisa berjualan dengan harga lebih terjangkau. Berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. ”Kalau dibeli pedagang luar, biasanya mereka menjualnya dengan nama durian daerah lain,” katanya.
Selain ngembal, durian lain yang cukup terkenal di Pasuruan adalah durian kasmin dan laron yang ada di Kecamatan Lumbang. Varietas itu memiliki keunggulan dari segi rasa dan ketebalan buah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
