
MANIS: Yayan Yusgiyanto memamerkan durian rengkel. Petani mengandalkan durian jatuhan saat panen. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
Namanya memang belum setenar jenis lain. Namun, durian ini menjadi primadona di ”rumah” asalnya. Sensasi rasa yang khas menjadi alasan utama.
BUKAN cuma tahu kuning dan getuk pisang, Kabupaten Kediri juga dikenal dengan aneka duriannya. Ada sejumlah varietas unggul di sana. Misalnya, durian kelud, durian gapu, dan durian podang asal Kecamatan Kandangan.
Kini ada varietas lain yang mulai jadi primadona. Namanya adalah durian rengkel, singkatan dari lereng Gunung Kelud. Durian itu dikembangkan warga Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung.
Bagi warga di sana, durian tersebut ibarat harta karun yang baru terjamah. Sebab, varietas itu ternyata menjadi buruan para pencinta durian. Sampai-sampai, durian tersebut tidak bisa dipasarkan ke luar kecamatan di ring satu Gunung Kelud itu.
Jika dibandingkan dengan jenis lain, kulit luar durian tersebut lebih hijau dan segar. Tampilan daging buahnya juga menarik, berkilat dan garing. Beberapa buah terdapat daging sempilan. Juga terdapat selapis daging tebal tanpa biji di dalam satu juring yang sama. Karena itu, durian tersebut tak mudah rusak saat dipegang. Aromanya pun lembut, tidak seperti durian montong atau jenis lainnya.
Yang membuat durian rengkel begitu istimewa adalah rasanya. Saat digigit, sensasi renyah langsung terasa. Penikmat seakan tengah mengunyah degan (buah kelapa muda). Lembut, tetapi tetap terasa gigitannya.
Soal rasa, durian tersebut cenderung manis, tanpa ada sensasi yang pahit. Meski legit, rasa manisnya tidak langsung membuat penikmatnya jenuh. Itu cocok bagi penikmat durian pemula.
Banyak penggemar yang menyebutkan, rasa manis durian tersebut berada di tingkatan yang pas. Malah, jika betul-betul peka, ada sedikit masam yang bisa dirasakan. ”Itu bukan karena faktor buahnya yang belum matang. Karakteristik unik durian rengkel, ya seperti itu,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Kebonrejo Yayan Yusgiyanto.
https://www.youtube.com/watch?v=mPES6swjn7U
Selain itu, para penikmat durian rengkel bisa mendapati sensasi rasa kacang di bagian akhir daging buah. Sebuah sensasi yang sulit ditemukan di durian lain. ”Makanya, kalau pernah mencoba rengkel, jarang orang mau ganti jenis lain,” katanya.
Pohon durian rengkel sebenarnya sudah ada cukup lama. Diperkirakan, usianya lebih dari 50 tahun. Kini tanaman tersebut dibudidayakan warga. Karena itu, persebarannya lebih banyak di perkampungan.
Cara panen durian rengkel juga berbeda dengan lainnya. Durian itu murni diambil saat sudah jatuh ke tanah. Tidak ada metode ikat buah atau diambil dari pohon saat tangkai masih menyatu dengan dahan.
Tidak ada perawatan durian rengkel yang khusus seperti jenis lain. Pohon dibiarkan tumbuh besar begitu saja. Juga tak ada pemupukan. Meski demikian, satu pohon bisa menghasilkan 400–1.000 buah per panen.
Kini banyak warga yang menjualnya di halaman rumah saat tiba panen raya. Masa itu bisa dimanfaatkan para penggemar buah untuk datang ke sana. Syukur-syukur, pembeli berkesempatan mengambil langsung saat buah jatuh.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
