Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Juli 2023 | 23.31 WIB

4 Rekomendasi Tempat Wisata di Dieng

Berselimut Kabut : Kawasan Candi Arjuna di Kasan Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara 28/6/2019.  Fenomena turunnya kristal Es di kawasan dataran tinggi Dieng Kawasan dataran Tinggi Dieng menjadi daya tarik wisatawan untuk memburu moment tersebut di pagi ha - Image

Berselimut Kabut : Kawasan Candi Arjuna di Kasan Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara 28/6/2019. Fenomena turunnya kristal Es di kawasan dataran tinggi Dieng Kawasan dataran Tinggi Dieng menjadi daya tarik wisatawan untuk memburu moment tersebut di pagi ha

Selain pemandangan pegunungan, ketika mengunjungi Dieng, kalian juga dapat melihat secara langsung fenomena alam langka yang tak kalah menakjubkan berupa lapangan perkawahan yang ada di dataran tinggi Dieng, yaitu kawah Singkidang. Uap air dan lava berwarna kelabu selalu bergemulak muncul berpindah-pindah bahkan melompat seperti seekor kidang. Sehingga kawah ini dikenal dengan nama Kawah Sikidang. 

Sebagi informasi, Kawah Sikidang adalah salah satu kawah vulkanik yang masih aktif di Dieng. Kawah Sikidang tersebut berada di Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Dengan adanya “Jembatan Kahyangan” dengan panjang kurang lebih 1 km menjadi ikon khas di Destinasi Kawah Sikidang. Disaat berjalan di atas jembatan tersebut, kalian akan melihat uap yang menutupi tanah dan sekelilingnya. Wisatawan bisa menikmati sensasi uap panas serasa di sauna sehingga dingin suhu udara Dieng akan tergantikan dengan hangatnya uap kawah yang menyambar ke badan wisatawan.

Tempat yang satu ini memang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, bagi peneliti, tempat ini menjadi tantangan karena fenomena alam nya yang sangat langka. Saat mengunjungi kawah Sikidang, wisatawan dianjurkan untuk memakai masker sebab bau belerang di sini sangat menyengat.

3. Komplek Candi Arjuna, Banjarnegara

Kawasan Kompleks Candi Arjuna (Istimewa)

Selain disuguhkan dengan pemandangan pegunungan dan fenomena alam khas Dieng, kalian juga bisa melihat keindahan lain yang merupakan situs peninggalan sejarah di Jawa Tengah. Diketahui, komplek Candi Arjuna merupakan candi Hindu tertua di Indonesia yang terdapat di kawasana Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara Jawa Tengah.

Dikutip oleh JawaPos.com dari laman resmi indonesiakaya.com, kompleks candi ini pertama kali ditemukan pada abad ke-18 oleh seorang tentara Belanda, Theodorf Van Elf. Saat pertama kali ditemukan, kondisi candi sedang tergenang air. Upaya penyelamatan candi dilakukan pertama kali oleh H. C. Corneulius yang berkebangsaan Inggris, sekitar 40 tahun setelah candi tersebut ditemukan. Usahanya kemudian dilanjutkan oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama J. Van Kirnbergens.

Candi Arjuna merupakan situs peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Dalam kompleks Candi Arjuna terdapat lima candi yang saling berjajar lurus yaitu candi Arjuna,candi Semar, candi Srikandi, candi Putadewa, dan candi Sembadra. Pada Candi-candi ini digambarkan Dewa-dewa pendamping utama Agama Hindu yaitu Brahma, Siwa dan Wisnu.

Kawasan candi Arjuna ini merupakan kawasan kompleks yang sangat luas dan indah khas dataran tinggi Dieng. Candi Arjuna tersebut terletak di kawasan wisata Dieng, dan memiliki luas sekitar 1 hektare. Di sana kita juga akan disambut dengan berbagai jenis bunga dan tanaman yang cantik khas dataran tinggi. Tak hanya itu, jika kalian beruntung, kalian bisa mendapati fenomena langka lain di sana, yaitu fenomena embun upas atau fenomena kristal es yang muncul di Dieng. Sebagai informasi, ketika masuk ke kawasan komplek candi, kalian diwajibkan untuk memakai pakaian yang sopan dan akan diberikan pinjaman selendang untuk dipakai.

4. Kuliner Mi Ongklok khas Wonosobo

Kuliner Mi Ongklok Wonosobo (Istimewa)

Dan yang terakhir, setelah menikmati keindahan alam dan tempat wisata yang ada di Dieng, bagi wisatawan wajib banget mencoba makanan khas dari Wonosobo ini. Mie Ongklok adalah makanan asli dari Wonosobo yang menggunakan mie sebagai bahan utama ditambah dengan irisan kubis dan daun bawang, kemudian dimasukkan ke dalam air panas berulang kali ketika sedang dicampur (ongklok). Setelah itu, campuran mie dan air akan dituangkan ke dalam mangkuk dan disiram dengan saus kental berwarna kecoklatan. Tak lupa, saat menyantap Mi Ongklok, biasanya sate sapi, dan tempe kemul menjadi pendamping yang cocok untuk menikmati makanan yang satu ini.

Mi khas dataran tinggi Dieng ini memiliki rasa yang unik dan berbeda dari mi rebus pada umum nya. Mi Ongklok tersebut sangat cocok dinikmati di dataran tinggi Dieng karena disajikan saat masih panas. Kuliner ini dapat dijumpai di Mie Ongklok Longkrang di Jalan Pasukan Ronggolawe, Mie Ongklok Muhadi di Jalan Ahmad Yani, dan Mie Ongklok Umi di Jalan Masjid Kauman Utara.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore