alexametrics

Panorama Air Terjun Tumpak Sewu di Perbatasan Malang-Lumajang

Tantangannya Jadi Bidikan Hiker
6 September 2020, 20:51:26 WIB

Sejak foto-foto yang diambil via drone menyebar luas, Air Terjun Tumpak Sewu atau Coban Sewu kian populer. Keindahannya membuat destinasi ini disebut-sebut sebagai Niagara-nya Indonesia.

NYESS…! Percikan air yang bersumber dari lereng Gunung Semeru itu terasa dingin saat menyentuh kulit. Air yang masih alami seakan mampu menghipnotis pengunjung untuk segera cuci muka atau mandi.

Tidak saja menyegarkan tubuh. Sebagian orang percaya bahwa air yang terjun dari ketinggian 200 meter tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penyembuh sakit. Entah benar atau tidak, yang pasti hampir seluruh pengunjung selalu menyempatkan diri untuk mandi di bawah air terjun.

Namun, pengunjung harus ”berjuang” untuk bisa menuju ke bawah tebing. Stamina harus full agar tidak sampai terpeleset atau terjatuh. Sebab, ada 1.000 anak tangga dengan kemiringan di atas 70 derajat yang harus dilewati.

Meski susah, banyak pemandangan menarik yang ditemui selama perjalanan ke dasar jurang. Wisatawan akan menjumpai air terjun mini, kolam pemandian, dan suasana keasrian hutan lindung.

”Saya sudah tiga kali datang ke sini. Selain pemandangannya yang luar biasa, medan yang sulit membuat saya tertantang untuk melihatnya,” kata Hary Mulyo, salah seorang wisatawan.

MENANTANG: Jalur menuju bagian bawah tebing Tumpak Sewu cukup menantang. Karena itu, pengunjung harus hati-hati. (BOY SLAMET/JAWA POS)

Saat itu pria asal Surabaya tersebut membawa keluarganya. Termasuk anak bungsunya yang masih berusia sembilan tahun. Medan sulit itulah yang dicari Hary. Dia memanfaatkannya untuk mendidik anak-anaknya. ”Saya berusaha mengajari anak-anak keberanian, percaya diri, dan kehati-hatian,” kata Hary yang mengaku hobi mendaki gunung. Panorama Air Terjun Tumpak Sewu memang begitu eksotis. Bahkan, disebut-sebut mirip dengan Air Terjun Niagara yang sudah tersohor itu.

Dengan latar belakang Gunung Bromo dan Semeru, Air Terjun Tumpak Sewu tampak elok dipandang. Pesona itu pula yang membuat sebagian orang menyebut air terjun yang terletak di perbatasan Lumajang-Malang tersebut sebagai salah satu yang paling indah di Indonesia. Sebab, bukan hanya satu grojokan. Ada banyak aliran air yang berasal dari atas tebing. Kumpulan mata airnya juga begitu ciamik. Membentuk formasi unik. Air terjun tampak melebar dan menyerupai tirai.

Secara geografis, air terjun dengan ketinggian kurang lebih 120 meter itu berada di lembah curam yang memanjang pada elevasi 500 meter di atas permukaan laut. Air mengalir dari Gunung Semeru. Lalu, jatuh dari atas tebing sebelum mengalir ke Sungai Glidih, Lumajang.

Rohim, pengelola wisata, menjelaskan bahwa destinasi tersebut lebih dikenal dengan nama Coban Sewu. Di pintu masuk melalui Malang, pengunjung yang masuk terus bertambah. Bukan saja wisatawan lokal. Banyak turis asing yang menyempatkan diri untuk memotret pesona air terjun. Kebanyakan para hiker alias pendaki. ”Saya dan keluarga sengaja memasang tangga-tangga untuk memudahkan pengunjung. Ada spot foto yang juga kami buat,” kata Rohim.

Sementara itu, di pintu masuk melalui Lumajang, tepatnya di Desa Sidomulyo, Pronojiwo, lebih tertata. Pengunjung lebih leluasa untuk melihat air terjun dari jauh. Selain itu, ada banyak homestay untuk menginap.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : hen/c12/ris




Close Ads