
BAJU KURUANG: Pedagang di Pasar Van Der Capellen yang mengenakan kostum tradisional Minangkabau tengah melayani pembelinya. (Hijrah for JawaPos.com)
JawaPos.com - Batusangkar di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, selama ini dikenal sebagai daerah leluhur Ranah Minang. Di sana selain terdapat Istano Pagaruyuang, terdapat desa terindah, yakni Nagari Pariangan.
Dua lokasi itu menjadi destinasi wisata utama selama ini di Sumbar, khususnya di Kabupaten Tanah Datar.
Kini, Tanah Datar semakin menggeliat dengan sektor wisatanya. Tidak hanya mengandalkan wisata budaya dan sejarah, ada juga wisata ekonomi kreatif. Selama ini dikenal dengan Pasar Van Der Capellen yang berlokasi di Batusangkar. Pasar itu hadir setiap minggu pagi.
Hijrah Adi Sukrial selaku inisiator Pasar Van Der Capellen mengatakan, Pasar Van Der Capellen adalah destinasi digital yang dikemas dengan nuansa saisuak (tempo dulu). Sistem transaksi di pasar tersebut menggunakan koin kayu. Begitu juga dengan menu kuliner, di situ terdapat sajian kuliner khas Minangkabau yang kini mulai jarang ditemukan. Bahkan para penjualnya mengenakan pakaian ala-ala tempo dulu. Dengan begitu nuansa tempo dulu Ranah Minang sangat terasa di pasar tersebut.
Pada tamu atau turis pun disarankan mengenakan pakaian tradisional atau sarat dengan nuansa budaya lama. "Walau banyak sajian khas Minangkabau, kuliner khas nusantara dari wilayah tetap juga tersedia," ujar Hijrah kepada JawaPos.com, Jumat (31/1).
Selain kuliner, Pasar Van Der Capellen menyajikan kesenian khas minang, kesenian kreatif, pertunjukan silat (silek) khas minang ataupun tontonan lainnya yang membuat betah para tamunya.
Hijrah mengatakan, destinasi digital adalah upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Tanah Datar ataupun Provinsi Sumbar.
Photo
PENAMPILAN TARI KHAS MINANG: BAJU KURUANG: Pasar Van Der Capellen pun menghibur pengunjungnya degnan kesenian tradisional Minangkabau. (HIJRAH FOR JAWAPOS.COM)
"Kami berharap, Kota Budaya tak sekadar julukan untuk Batusangkar, tapi begitu orang masuk Batusangkar dan hadir di Pasar Van Der Capellen, suasana Kota Budaya benar-benar terasa," jelas Hijrah sembari menyatakan bahwa Pasar Van Der Capellen yang sudah setahun hadir di Tanah Datar.
Nah, setelah setahun hadir setiap minggu pagi, kata Hijrah, Pasar Van Der Capellen akan menghibur masyarakat Tanah Datar atau pun Sumbar pada malam minggu atau sabtu malam. Rencananya untuk operasional pada malam minggu dimulai pada Sabtu 1 Februari 2020.
Juragan Pasar Van Der Capellen, Ade Firman, berharap dengan dibukanya Pasar Malam Van Der Capellen, maka jumlah wisatawan yang datang bisa semakin meningkat. Pasar Van Der Capellen juga mampu bertahan sampai kapan pun. "Misinya agar masyarakat dapat menikmati kesenian daerah berbalut nuansa tradisional dan pendapatan masyarakat juga meningkat."
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
