
Ilustrasi cara mengenali sashimi yang basi atau bermasalah. (Pexels/Gustavo Santana)
JawaPos.com - Bayangkan setelah menikmati hidangan sushi atau sashimi yang disajikan dengan cantik, tetapi beberapa jam kemudian kalian merasa tidak enak badan. Bisa jadi ada yang salah dari makanan yang kalian makan tersebut, dan kalian tidak menyadarinya.
Meskipun sashimi adalah makanan yang lezat dan sehat, namun makanan Jepang ini tidak kebal terhadap penyakit bawaan jika tidak disiapkan atau disimpan dengan benar.
Oleh karenanya, mengetahui tanda-tandanya dapat membantu kalian mengambil tindakan cepat untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.
Gejala makan sashimi basi berkisar dari yang ringan hingga yang parah. Sakitnya meliputi sakit perut, mual, muntah, dan diare. Dalam kasus yang lebih ekstrim, kalian mungkin akan mengalami demam atau menggigil yang menandakan sesuatu yang lebih serius seperti keracunan makanan.
Dilansir dari eathappysashimi, inilah cara mengenali sashimi yang basi atau bermasalah.
1. Mencium bau yang tidak sedap
Salah satu tanda pertama sashimi yang tidak enak atau basi adalah baunya yang tidak sedap. Sashimi yang terbuat dari ikan mentah segar seharusnya berbau bersih dan lembut, dan tidak mengeluarkan bau amis yang kuat.
Jika kalian mencium bau asam atau seperti amonia, itu merupakan indikator yang jelas bahwa sashimi tersebut tidak segar. Percayalah pada hidung kalian, jika ada yang berbau tidak sedap, sebaiknya jangan memakannya.
2. Memeriksa perubahan warna
Tak hanya melalui bau, pemeriksaan visual juga dapat membantu kalian untuk menghindari mengonsumsi sashimi yang rusak. Ikan segar yang digunakan dalam sushi atau sashimi harus tampak segar dan biasa terlihat hampir bening.
Jika kalian melihat warna kusam atau berubah seperti bintik-bintik cokelat atau abu-abu pada ikan, ini bisa jadi pertanda bahwa sushi sudah melewati masa segarnya.
Misalnya pada ikan tuna, seharusnya memiliki warna merah ceri yang cerah saat masih segar. Penyimpangan dari yang biasa ini bisa jadi pertanda kerusakan.
3. Mengenali tekstur yang tidak tepat
Tekstur ikan dalam sushi atau sashimi harus terasa kencang dan kembali ke bentuk semula saat ditekan ringan. Jika ikan terasa lembek, berlendir, atau terlalu lengket, kemungkinan besar ikan tersebut tidak segar.
Perubahan tekstur ini dapat memengaruhi kenikmatan menyantap sashimi secara signifikan. Perubahan tekstur ini juga menjadi tanda bahwa sushi tersebut mungkin tidak aman untuk dimakan.
Selalu periksa kekencangan ikan sashimi untuk memastikan bahwa makanan tersebut telah memenuhi standar yang tepat untuk dikonsumsi.
***

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
