Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Agustus 2020 | 04.26 WIB

Pandemi Mendorong Bisnis Tur Virtual Tumbuh

SARAT EDUKASI: Kemenparekraf menggelar kegiatan daring bertajuk - Image

SARAT EDUKASI: Kemenparekraf menggelar kegiatan daring bertajuk

JawaPos.com - Sejak pandemi Covid-19, sektor pariwisata semakin lesu karena aktivitas bepergian yang terbatas. Hal itu mengakibatkan banyak pekerja pramuwisata (tour guide) yang tak bekerja lagi. Solusinya, tur virtual belakangan bermunculan untuk memenuhi kebutuhan orang yang ingin bepergian, namun tetap berada di rumah.

Melihat antusias tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mulai giat membangun dan mengembangkan tur virtual.“Kami ingin pariwisata bisa tetap produktif dengan cara yang aman. Masyarakat selama work from home pasti bosan, Tur virtual bisa jadi alternatif,” ucap Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (22/8).

Neil mengatakan, seiring perkembangan teknologi virtual, maka pemandu bisa berinteraksi secara langsung dengan anggota atau peserta tur virtual. Nantinya tur virtual akan menyasar tentang alam, sejarah, ilmu pengetahuan dan industri, yang dilakukan secara daring via video call seperti zoom, YouTube dan lain-lain.

Untuk itu Kemenparekraf terus melakukan edukasi untuk persiapan dan info awal pelatihan daring terkait manajemen Tur Virtual dengan menggelar kegiatan daring bertajuk "Transformasi Digital: Tur Virtual Interaktif" yang digelar pada 22 - 23 Agustus 2020. Dalam acara ini Kemenparekraf mengajak masyarakat mengenal lebih jauh dan menikmati tur virtual interaktif.

Di hari kedua, kegiatan difokuskan dalam mendorong pramuwisata Indonesia untuk berinovasi memproduksi konten tur virtual interaktif.“Konsep interaktif diangkat agar tidak menghilangkan sensasi dan pengalaman yang didapat wisatawan ketika berwisata secara langsung. Walau tur diikuti melalui aplikasi konferensi video, namun peserta dapat berinteraksi dengan pramuwisata yang akan memandu langsung dari obyek wisata,” kata Neil.

Ia menambahkan, dengan adanya tur virtual interaktif ini diharapkan dapat memberikan pilihan hiburan lain kepada masyarakat yang mulai jenuh di tengah pandemi. Pengembangan kegiatan tur virtual interaktif ini merupakan peluang yang sangat besar bagi para pelaku pariwisata khususnya pramuwisata untuk tetap berkreasi dan berinovasi di tengah pandemi.

“Bukan berarti tur virtual ini dapat menggantikan wisata yang sesungguhnya. Tur ini merupakan cuplikan mengenai destinasi-destinasi wisata di Indonesia yang nantinya dapat dikunjungi ketika keadaan kembali normal. Sesuai dengan jargon dari Kemenparekraf yaitu #DreamNowTravelTomorrow,” ungkap Neil.

Pasalnya perlahan tapi pasti, semua industri tak terkecuali industri pariwisata dan ekonomi kreatif akan bertransformasi melalui digital dan membiasakan diri dengan perkembangan teknologi. “Cita-cita besar kami adalah ingin mewujudkan ekosistem digital supaya sinergi itu tetap ada,” paparnya.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemnparekraf Wisnu Bawa Tarinajaya mengatakan, dalam Transformasi Digital ini nantinya pemandu wisata bisa menjalankan pelatihan dasar kompetensi, mengembangkan dan review serta bisa belajar skema uji toolbox di beberapa bidang, dikembangkan juga diuji.“Dengan begitu pemandu bisa lebih cepat menjelaskan destinasi yang ada. Jadi mata ajaran baru, dengan membuat video, mengunggah, buat narasi jadi hal baru bagi pemandu,” sebut Wisnu.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=vox7_eP4lqM

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore