Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Maret 2020 | 19.48 WIB

Sentra Durian Tlogosari Bondowoso: Perawatannya Khusus, Dijaga 24 Jam

TEMBUS PASAR: Durian Tlogosari sangat beragam. Bahkan, ada lahan khusus untuk menanam durian montong. Produknya menyuplai supermarket. (Sholikhul Huda/Radar Ijen) - Image

TEMBUS PASAR: Durian Tlogosari sangat beragam. Bahkan, ada lahan khusus untuk menanam durian montong. Produknya menyuplai supermarket. (Sholikhul Huda/Radar Ijen)

Biasanya, durian dijual bijian. Namun, di Kabupaten Bondowoso, sang raja buah itu dijual kiloan. Stok yang melimpah menjadi alasan.

---

Salah satu destinasi yang bisa menjadi jujukan pencinta durian saat mampir ke Bondowoso adalah Kecamatan Tlogosari. Wilayah itu merupakan salah satu penghasil durian terbesar di kabupaten sebelah timur Provinsi Jatim tersebut.

Ada 10 desa di kecamatan itu. Hampir semuanya berpotensi menghasilkan durian. Namun, yang paling banyak ada di empat desa. Yakni, Pakisan, Brambang, Kembang, dan Gunosari.

Dengan didampingi Kepala Desa (Kades) Rizki Amalia, Jawa Pos Radar Ijen berkesempatan untuk berkeliling ke sentra-sentra budi daya durian di Pakisan. Di desa itu, begitu banyak varian durian yang dikembangkan para petani. Mulai jenis lokal sampai varietas luar, terutama montong.

Bahkan, di sana ada lahan khusus untuk budi daya montong. Kualitas hasil panen durian tersebut juga diakui. Buktinya, durian-durian itu sudah dipasok ke berbagai supermarket. ”Paling banyak dikirim ke berbagai supermarket di Jember,” ujar Rizki Amalia.

Karena sudah menjadi komoditas unggulan, cara perawatan maupun quality control durian montong di sana tergolong khusus. Misalnya, ada buah yang jatuh, tapi belum sepenuhnya masak. ”Maka, akan dibiarkan sekitar dua minggu. Baru dipanen,” terangnya.

Tak hanya itu, para petani menjaga kebun durian montong mereka selama 24 jam. Ada ribuan pohon durian montong di Desa Pakisan. Karena itu, tak heran jika stoknya melimpah. Sampai-sampai, penjualannya tidak dihitung per buah, tapi per kilogram.

Selain durian montong, potensi durian lokal di Pakisan maupun desa lain di Kecamatan Tlogosari sangat beragam. Hampir setiap rumah memiliki durian di area pekarangannya. Minimal, setiap warga memiliki dua sampai lima pohon.

Bukan hanya durian montong, durian lokal Tlogosari juga sangat beragam dan layak dicoba. Semuanya memiliki daya pikat. Misalnya, durian dengan buah kuning. Durian itu memiliki rasa legit sampai ada pahit-pahitnya. Penikmat durian dipastikan bisa puas.

Bisa Jadi Potensi Wisata Baru


Durian di Kecamatan Tlogosari digadang-gadang bakal menjadi potensi wisata baru di Bondowoso. Sebab, selain ragam varietasnya, durian di kecamatan itu terkenal murah.

Camat Tlogosari Dodik Siregar menyebutkan, menjadikan kecamatan tersebut sebagai destinasi wisata durian tidaklah sulit. Sebab, masyarakat bisa menyuguhkan durian dengan rasa yang spesial dan harga yang murah. ”Kalau petik pohon, apalagi pohonnya milik sendiri, harganya kan lebih murah pastinya,” ujarnya.

Durian di Tlogosari memang tergolong murah. Rata-rata, Rp 100 ribu bisa membawa pulang 3 hingga 4 buah. Ukurannya lumayan besar. Yang pasti, pembeli mendapat garansi rasa. Apalagi, ketika dibuka di bawah pohon. Selain itu, penikmat durian bisa mendapat suasana yang asyik. Menikmati durian di bawah pohonnya langsung.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore