Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Maret 2020 | 21.48 WIB

Durian Watulimo Trenggalek: Masa Panen Baru Mulai, Stok Sampai Agustus

ANEKA RASA: Meski masa awal panen durian ini bersamaan dengan puncak panen durian di Jatim, harga durian lokal di Kecamatan Watulimo tetap stabil. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK) - Image

ANEKA RASA: Meski masa awal panen durian ini bersamaan dengan puncak panen durian di Jatim, harga durian lokal di Kecamatan Watulimo tetap stabil. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

Bulan ini adalah puncak panen durian di mayoritas daerah penghasil buah itu di Jatim. Tapi, tidak demikian di Kecamatan Watulimo. Masa panen sang raja buah di wilayah tersebut malah baru dimulai.

---

WATULIMO adalah satu di antara beberapa kecamatan di Kabupaten Trenggalek yang jadi gudangnya durian. Di daerah itu terdapat sejumlah area perkebunan king of fruit. Bahkan, salah satunya disebut-sebut sebagai yang terbesar di Jatim. Luasnya mencapai 650 hektare.

Belum lagi jenisnya. Lebih dari 100 varietas ada di sana. Baik varietas lokal maupun manca. Di kecamatan tersebut, juga ada desa wisata bertema durian yang sudah jadi salah satu destinasi para penggemar sang raja buah. Apalagi, di sana juga ada event bertema durian yang digelar secara rutin.

Durian asal Watulimo juga memiliki keunikan yang jarang ditemui. Yakni, masa panennya berbeda dengan daerah-daerah penghasil durian lainnya di Jatim. Misalnya di Desa Dukuh.

Jika sebagian daerah sudah memasuki puncak panen durian, tidak demikian wilayah itu. Masa panennya baru berlangsung. Tepatnya sejak dua pekan lalu. ”Jika di daerah lain saat ini sudah masa panen, Watulimo baru mulai,” kata Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Dukuh Sunyoto.

Nyoto mengatakan, sebagian durian dari pohon di wilayahnya masih dalam proses masak. Banyak pula yang masih kecil-kecil. Diprediksi, masa panen bakal berlangsung hingga Agustus mendatang. ”Kalau di Kecamatan Watulimo, Agustus masih panen karena masih ada durian yang kecil-kecil, belum tua,” ujarnya.

Nyoto menyebutkan, masa panen durian Watulimo yang bersamaan dengan puncak panen durian lain asal Jatim memang berpotensi membuat harga turun. Tapi, para petani menyebut harga durian di wilayah itu tetap stabil.

Fenomena tersebut, papar Nyoto, tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kalaupun harga turun, biasanya tak drastis. ”Harganya bermacam-macam. Ada yang Rp 10 ribu, Rp 15 ribu. Kalau durian unggulan seperti Ripto, per kilo rata-rata Rp 35 ribu,” tutur dia.

Cukup banyak faktor yang membuat harga durian asal Watulimo tergolong stabil. Salah satunya soal rasa. Di kecamatan itu, pemburu duren bisa menemui aneka durian dengan beragam rasa.

Selain itu, penggemar bisa merasakan sensasi lain, yakni menikmati durian langsung dari pohon. Sebab, di sana, para petani menyiapkan tempat-tempat khusus untuk menyantap si raja buah.

Berharap Tak Hanya Menjual Buah


MESKI Watulimo sudah dikenal sebagai salah satu jujukan param penggemar durian, para petani setempat mengaku sedang berusaha membuat inovasi. ”Ke depan, kami berharap durian tak hanya dijual dalam bentuk buah,” kata Nyoto.

Nyoto yakin bahwa inovasi itu dapat meningkatkan geliat perekonomian di desa tersebut. Karena itu, dia berharap para pemangku kebijakan di Trenggalek bisa memfasilitasi. ”Seperti bagaimana mengolah durian menjadi komoditas lain,” imbuhnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore