
LANGKA: Karena bentuknya yang bungkuk, daging durian bungkik berukuran besar dan tebal. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
Durian ini memiliki bentuk yang unik. Namun, bentuk itu pula yang membuat daging buah pada tiap juringnya berukuran besar dan tebal. Ciri itu pula yang membuatnya begitu khas.
LAZIMNYA, durian normal berbentuk bulat atau agak lonjong. Tapi, durian dari Dusun Sukosari, Desa Pundungsari, Kecamatan Tempursari, Lumajang ini, lain daripada yang lain.
Salah satu sisinya bulat besar, tapi sisi lain perot. Karena itu, bentuk durian itu seperti melungker (bungkuk). Karena itu, varietas tersebut diberi nama durian bungkik.
Tak cuma memiliki bentuk yang unik dan jarang dijumpai, jumlah durian tersebut juga sangat terbatas. Sebab, pohonnya hanya satu. Hasilnya juga tidak banyak. Tahun ini saja tidak lebih dari 300 buah yang dihasilkan. ”Usianya (pohon durian, Red) lebih dari 50 tahun,” ujar salah satu pegiat durian di wilayah tersebut, Rahmat Saleh.
Dia mengatakan, buah tersebut baru ada di satu pohon. Juga, belum ada penelitian yang dilakukan untuk mencari tahu tentang durian itu. ”Sayangnya, jumlah buah sangat terbatas sehingga selalu kekurangan untuk memenuhi permintaan,” paparnya.
https://www.youtube.com/watch?v=FOaz6p_ckds
Meski bentuk durian itu terbilang tidak meyakinkan, soal kualitas, jangan ditanya. Daging buah pada tiap juringnya berukuran besar dan tebal. Rasanya begitu istimewa. Manis dan pahitnya dikenal panjang meski buah sudah habis ditelan. Selain itu, ada aftertaste yang masih tertinggal. Mulai rasa manis hingga pahit yang tipis.
Demikian juga teksturnya. Tebal sekaligus keset dan tidak mudah rusak. Ada selaput tipis yang menyelimuti daging buah. Pada gigitan pertama, seperti ada rasa krim susu yang meluber di mulut.
Memang, soal warna, daging durian bungkik tidak seperti jenis lain. Lebih putih dan pucat. Hal itu pula yang menjadi ciri khas durian dari wilayah selatan kabupaten tersebut. ”Kalau wilayah barat, mayoritas lebih kuning,” terang Rahmat.
Meski banyak keunggulan, jenis yang satu itu juga memiliki kekurangan. Yakni, daya tahan buah tidak terlalu panjang. Menginap satu malam sudah cukup memberi waktu durian itu untuk masak maksimal. Ujung buahnya mulai merekah. Karena itu, durian tersebut paling pas untuk dinikmati tak lama setelah jatuh. Penikmatnya akan diajak bercengkerama dengan sensasi durian yang nikmat pol.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
