
Photo
JawaPos.com – Keberadaan desa dan kampung wisata di Indonesia semakin menjamur. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), menyebutkan di seluruh Indonesia, tidak kurang ada 1.734 titik desa wisata. Keberadaannya berdampak pada peningkatan ekonomi warga setempat.
Salah satu yang merasakan dampak positif dari wisata berbasis komunitas adalah warga di kawasan Siosar, Toba, Sumatera Utara (Sumut). Tepatnya di Desa Tambun Raya, Kabupaten Simalungun. Kepala Desa Tambun Raya Bilher Damanik, mengatakan mereka dibantu swasta untuk mencapai cita-cita membangun lokasi wisata baru. Pihak swasta itu adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JCI).
’’Kami senang ada dukungan pihak swasta seperti Japfa Comfeed Indonesia yang peduli dengan program-program partisipasi komunitas di lingkungan kami melalui CBT (community based tourism, Red),’’ katanya saat diwawancara Minggu (5/4). Sebagai kepala desa, Bilher berharap program pendampingan seperti itu dapat menjadi program-program percontohan di kawasan lain di seluruh Indonesia.
Dia mengatakan, desanya mendapat tawaran pengembangan manfaat ekonomi lewat ecotourism. Basisnya komunitas warga masyarakat setempat. Dia meyakini hasilnya kelak adalah peningkatan pendapatan, kesejahteraan, pendidikan, sarana dan prasarana desa. Peningkatan seperti itu biasanya tidak terjangkau di daerah pinggiran yang memiliki jarak jauh dengan perkotaan.
Selain itu Bilher mengatakan, masyarakat yang berada di daerah pinggiran biasanya hidup di bawah garis kemiskinan dan memiliki latar pendidikan yang rendah. ’’Program-program ini secara keseluruhan akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kami,’’ paparnya.
Dia menegaskan, program membangun ecotourism berbasis komunitas akan membuka peluang bagi masyarakat di daerah pinggiran atau pedesaan. Sebab masyarakat terlibat secara aktif mengembangkan dan membangun secara serius destinasi pariwisata yang ada di kampungnya masing-masing.
Kawasan Siosar di Sumut kerap disebut sebagai negeri di atas awan. Di salah satu titik di kawasan Siosar, dijadikan sebagai lokasi pengungsi letugas gunung Sinabung.
Sementara itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendukung pengembangan wisata berbasis komunitas itu. Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Josua Puji Mulia Simanjuntak, mengatakan wisata berbasis komunitas mengandalkan kekuatan kreativitas berbasis kearifan lokal. Desa atau kampung wisata bahkan sudah menjadi alternatif di tengah mulai jenuhnya masyarakat terhadap tempat wisata yang mainstream.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
