alexametrics

Warga Siosar Toba Rasakan Dampak Wisata Berbasis Komunitas

5 April 2020, 12:47:24 WIB

JawaPos.com – Keberadaan desa dan kampung wisata di Indonesia semakin menjamur. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), menyebutkan di seluruh Indonesia, tidak kurang ada 1.734 titik desa wisata. Keberadaannya berdampak pada peningkatan ekonomi warga setempat.

Salah satu yang merasakan dampak positif dari wisata berbasis komunitas adalah warga di kawasan Siosar, Toba, Sumatera Utara (Sumut). Tepatnya di Desa Tambun Raya, Kabupaten Simalungun. Kepala Desa Tambun Raya Bilher Damanik, mengatakan mereka dibantu swasta untuk mencapai cita-cita membangun lokasi wisata baru. Pihak swasta itu adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JCI).

’’Kami senang ada dukungan pihak swasta seperti Japfa Comfeed Indonesia yang peduli dengan program-program partisipasi komunitas di lingkungan kami melalui CBT (community based tourism, Red),’’ katanya saat diwawancara Minggu (5/4). Sebagai kepala desa, Bilher berharap program pendampingan seperti itu dapat menjadi program-program percontohan di kawasan lain di seluruh Indonesia.

Dia mengatakan, desanya mendapat tawaran pengembangan manfaat ekonomi lewat ecotourism. Basisnya komunitas warga masyarakat setempat. Dia meyakini hasilnya kelak adalah peningkatan pendapatan, kesejahteraan, pendidikan, sarana dan prasarana desa. Peningkatan seperti itu biasanya tidak terjangkau di daerah pinggiran yang memiliki jarak jauh dengan perkotaan.

Selain itu Bilher mengatakan, masyarakat yang berada di daerah pinggiran biasanya hidup di bawah garis kemiskinan dan memiliki latar pendidikan yang rendah. ’’Program-program ini secara keseluruhan akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kami,’’ paparnya.

Dia menegaskan, program membangun ecotourism berbasis komunitas akan membuka peluang bagi masyarakat di daerah pinggiran atau pedesaan. Sebab masyarakat terlibat secara aktif mengembangkan dan membangun secara serius destinasi pariwisata yang ada di kampungnya masing-masing.

Kawasan Siosar di Sumut kerap disebut sebagai negeri di atas awan. Di salah satu titik di kawasan Siosar, dijadikan sebagai lokasi pengungsi letugas gunung Sinabung.

Sementara itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendukung pengembangan wisata berbasis komunitas itu. Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Josua Puji Mulia Simanjuntak, mengatakan wisata berbasis komunitas mengandalkan kekuatan kreativitas berbasis kearifan lokal. Desa atau kampung wisata bahkan sudah menjadi alternatif di tengah mulai jenuhnya masyarakat terhadap tempat wisata yang mainstream.

Editor : Kuswandi

Reporter : Hilmi Setiawan



Close Ads