
ERWIN PARENGKUAN
JawaPos.com - Kemampuan mengendalikan diri menentukan bagaimana seseorang merespons pertanyaan atau lawan bicara dalam debat. Berikut petikan wawancara dengan Erwin Parengkuan, praktisi komunikasi dan pembicara publik.
Bagaimana Anda melihat debat pilpres 12 Desember lalu?.
Dapat dipahami bahwa sikap dan attitude dalam berdebat tak bisa lepas dari posisi seseorang tersebut. Semua perlu menyesuaikan dengan peran dan jabatannya. Saya paham, beliau-beliau para pasangan calon berada dalam tekanan tinggi saat berdebat di muka umum. Jelas sekali ada pressure.
Cara mengatasi tekanan itu?
Seseorang di hadapan publik harus membawa diri sesuai etika dan norma sekaligus jabatannya. Antara pernyataan dan sikap harus selaras, nyambung. Kuncinya adalah self-control atau pengendalian diri.
Maksud pengendalian diri?
Tingkat kemampuan pengendalian diri berhubungan dengan mature atau kedewasaan seseorang. Kedewasaan merupakan pilihan. Bukan seperti semakin usia orang bertambah berarti semakin dewasa. Usia kronologis dan usia biologis itu berbeda dengan kedewasaan.
Usia kronologis dan usia biologis itu bukan pilihan. Bisa dibilang takdir. Tapi, kedewasaan dalam menyikapi sesuatu itu pilihan.
Bagaimana dalam debat bisa mengendalikan diri?
Karena sebuah pilihan, tentu bisa bertanya ke diri sendiri apakah pantas dan selaras saat akan berbuat sesuatu. Manusia itu sangat kompleks. Seseorang akan jauh lebih memahami pemikirannya jika punya kesadaran. Mudah marah atau tenang di depan publik itu pilihan.
Ada kekurangan dalam debat pilpres sebelumnya?
Setiap kandidat berupaya merepresentasikan dirinya sebagai core value dari partai yang mengusungnya. Core value itu harus dihidupkan. Saya sejujurnya melihat masih ada celah saat ketiga kandidat berada dalam tekanan. Ada yang nada suaranya naik, gestur sinis, ekspresi wajah dan gerakan berbeda.
Baca Juga: Debat Pilpres 2024, Semua Cawapres Siap Adu Program Unggulan, Gibran Dapat Giliran Paparan Pertama
Bagaimana memperbaikinya?
Ibarat orang berkendara dan ditabrak, orang bisa memilih turun dan marah-marah atau malah menerima alasan sang penabrak dan tidak marah-marah. Saya rasa itu pengendalian diri yang baik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022