Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Mei 2022 | 03.31 WIB

Makanan Kegemaran Presiden Megawati Saat Berkunjung ke Blitar

Photo - Image

Photo

Beberapa kali Presiden Megawati Soekarnoputri menyambangi Blitar. Dan, ketika berada di Kota Patria, presiden perempuan pertama Indonesia itu selalu menyempatkan bersantap dengan kotokan ikan kutuk, pecel kembang turi, hingga burung dara goreng.

GALIH ADI PRASETYO, Blitar

Presiden Kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri sudah punya langganan "pesiar kuliner" setiap berziarah ke makam ayahnya di Blitar. Megawati memilih menu khas Blitar yang selalu dipesan setiap kali bertandang ke Kota Patria.

Menurut Hartini, salah satu manajer hotel di Blitar, saat berkunjung ke Kota Lahar, Megawati seakan-akan pulang ke rumah ayahnya. Setiap datang ke hotelnya, menu-menu kesukaan Megawati pasti turut disiapkan. Terakhir, Megawati menyambangi Blitar dan menikmati menu tersebut pada 2018.

”Beberapa menu favoritnya adalah kotokan ikan kutuk, sayur asam, burung dara atau ayam goreng kampung. Kalau pagi, biasanya minta pecel dengan kembang turi yang banyak. Dan, menu itu tidak hanya disajikan saat beliau datang ke hotel, tapi juga ketika ada acara di luar,” jelas Hartini.

Dia ingat betul, saat bertandang ke Blitar, Megawati selalu merujuk pada satu menu. Kotokan ikan kutuk. Itulah menu pertama yang selalu dituju. Kotokan memang cukup familier bagi orang Jawa Timur. Namun, yang mampu membuai lidah Megawati adalah menu tersebut.

Kotokan ikan kutuk merupakan sajian berkuah santan dengan bumbu lengkap. Mulai bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, laos, kunyit, hingga daun jeruk. Bumbu itu dimasak bersama air santan. Semakin lengkap dengan irisan cabai hijau dan tomat yang menambah sensasi segar dan pedas.

Ikan yang dipakai adalah ikan kutuk atau gabus yang diasap. Tidak semua daerah mengolah ikan air tawar dengan metode pengasapan. Di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar, ikan air tawar seperti kutuk, lele, dan mujair sering diolah dengan metode tersebut.

Teknik pengasapan menghasilkan aroma ikan yang lebih harum dan unik. Apalagi saat ikan kutuk asap membaur bersama kuah santan kotokan yang mendidih. Uap yang mengepul bisa seketika merangsang nafsu makan.

”Daging ikan kutuk itu lembut dan lebih gurih. Apalagi, saat diasap, rasanya lebih keluar. Ini memang khasnya di sini. Tentu saja semua orang juga sudah tahu bahwa ikan yang biasa hidup di lumpur ini kaya gizi dan manfaat,” terang Hartini.

Rasa gurih kuah santan dan pedas memang sangat memanjakan lidah. Apalagi, aroma khas ikan asap yang memberikan hint smoky seakan-akan larut dan mendominasi masakan tersebut. Pantas bila Megawati pun kepincut dengan kuliner yang satu itu. ”Bahkan, pejabat yang pernah makan bersama Ibu Mega, waktu ke sini, pasti pesan menu itu lagi. Lidah mereka cocok dengan selera ibu,” ujar Hartini.

Selain kotokan ikan kutuk, burung dara dan ayam goreng bumbu Jawa juga menjadi hidangan di atas meja saat jamuan makan. Pelengkapnya adalah sambal, tahu, tempe, dan ikan asin. Lalu, sayur tumis daun pepaya.

Photo

OTENTIK: Di antara banyak sajian kesukaannya, kotokan ikan kutuk menjadi favorit Megawati. (Alfian Rizal/Jawa Pos) 

Minuman yang selalu tersaji untuk melepas dahaga adalah es degan dengan gula merah. Jika dibandingkan dengan sirup atau gula putih, sensasi es kelapa muda dengan gula merah ini memang lebih harum dengan rasa manis yang tidak nyangkut di tenggorokan.

”Nah, kalau pagi, Ibu Mega juga punya favorit sendiri. Yakni, pecel Blitar dengan sayuran pelengkap bunga turi yang dikukus. Lalu, lauknya rempeyek kacang atau rebon. Itu menjadi menu pasti pas menginap dan bertandang ke Kota Blitar,” jelas Hartini.

Minuman yang selalu tersaji untuk melepas dahaga adalah es degan dengan gula merah. Jika dibandingkan dengan sirup atau gula putih, sensasi es kelapa muda dengan gula merah ini memang lebih harum dengan rasa manis yang tidak nyangkut di tenggorokan.

”Nah, kalau pagi, Ibu Mega juga punya favorit sendiri. Yakni, pecel Blitar dengan sayuran pelengkap bunga turi yang dikukus. Lalu, lauknya rempeyek kacang atau rebon. Itu menjadi menu pasti pas menginap dan bertandang ke Kota Blitar,” jelas Hartini.

Pecel Blitar memiliki ciri yang berbeda jika dibandingkan dengan pecel daerah lain. Pecel Blitar cenderung bercita rasa manis dan pedas dengan aroma kencur yang dominan. Lalu, teksturnya masih mempertahankan adonan kacang yang kasar. Rasa kacang itu menambah sensasi gurih saat pecel disantap. Berpadu dengan rasa kembang turi yang sedikit pahit, lidah seperti sedang merasakan diagram rasa yang kompleks.

Kenikmatan kuliner favorit Presiden Megawati ini yang kemudian hotel yang dikelola Hartini menyediakan menu-menu kegemaran Megawati. Mereka bisa merasakan apa yang pernah dicicipi dan sajian khas Blitar itu. Maket menu ini bisa dipesan dengan lebih dulu melakukan reservasi ke hotel.

”Ternyata minat masyarakat dan tamu yang datang ke hotel ini cukup tinggi. Kami berharap maket menu kesukaan presiden ini bisa menjadi daya tarik. Sekaligus menambah destinasi wisata kuliner di Blitar,” tuturnya. (*)

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore