
NYAMAN: Joglo bertulisan Sop Iga & Ingkung Mbah Geol menyambut para tamu. (MUHAMAD ALI/JAWA POS)
ADA begitu banyak simbol dalam kehidupan masyarakat Jawa. Bahkan, ingkung ayam memiliki makna. Bukan sekadar ayam utuh yang dilumuri kuah santan kental. Bentuk ayam yang seperti orang bersimpuh dengan kepala memandang ke atas itu punya makna mohon ampunan dan mensyukuri yang telah didapatkan dalam hidup. Konon, ingkung ayam dulu disajikan dalam upacara kematian.
Dosen Jurusan Sejarah Universitas Sanata Dharma Heri Priyatmoko menyatakan, masyarakat Jawa gemar bermain-main dengan simbol. Mereka tidak mengungkapkan sesuatu secara gamblang. Terlebih mereka yang masih berada dalam lingkaran keraton.
”Persembahan doa yang dilekatkan atau diwujudkan pada makanan itu merupakan hal lumrah dalam pandangan manusia Jawa. Jangan buru-buru menuduh klenik, apalagi musyrik. Itu sarana nyenyuwun,” jelas Heri kemarin (18/4).
Heri menjelaskan, dalam tradisi Nusantara, fungsi makanan bukan hanya sosial dan ekonomi, tetapi juga ritual. Realitas itu tecermin dalam Serat Centhini (1814–1823) yang merekam aneka makanan untuk sesaji maupun ruwatan.
Terpisah, Hardian Eko Nurseto dari Universitas Padjadjaran mengakui bahwa makanan memang kerap dipakai untuk mengungkapkan ikatan-ikatan sosial, solidaritas kelompok, dan suasana psikologis tertentu. Dia mencontohkan tradisi ingkungan di Desa Tirtosari, Jogjakarta, setiap Idul Fitri. Setiap keluarga memasak sega wuduk dan ingkung ayam sebagai sesaji.
”Sega wuduk sebagai simbol pencapaian hidup dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Ingkung ayam melambangkan cita-cita utama yang diwujudkan dengan selalu njungkung (bersujud, Red) dan diperoleh dengan selalu manekung atau bermuhasabah,” paparnya.
Dalam kajian antropologi, makanan tidak semata-mata dikonsumsi untuk memelihara kesehatan manusia. Menurut Seto, makanan secara universal merupakan subjek dari interpretasi simbolis dan ritual serta alat manipulasi politik dan ekonomi. ”Sejalan dengan masyarakat Jawa yang menggunakan ingkung sebagai simbol permohonan,” tandasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
