
Eni Joe menjadikan kain endek Bali sebagai salah satu ciri khas rancangannya. (Istimewa)
JawaPos.com – Desainer Indonesia Eni Joe memperkenalkan kain endek Bali melalui peragaan busana dalam rangkaian Panggung Gembira untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 12–13 September 2026.
Partisipasi tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan wastra Nusantara kepada masyarakat internasional. Dalam peragaan itu, kain tradisional Indonesia dihadirkan melalui rancangan yang memadukan motif khas dengan sentuhan desain modern.
Bagi Eni Joe, endek Bali bukan sekadar material untuk membuat busana. Kain tersebut juga merepresentasikan identitas dan warisan budaya Indonesia yang perlu dijaga sekaligus diperkenalkan kepada generasi berikutnya dan masyarakat dunia.
“Melalui desain busana, saya ingin menunjukkan bahwa kain tradisional bisa tampil modern dan elegan tanpa kehilangan karakter budayanya,” ujar Eni Joe.
Eni Joe menjadikan kain endek Bali sebagai salah satu ciri khas rancangannya. Melalui pendekatan desain modern, ia ingin menunjukkan bahwa kain tradisional memiliki ruang untuk berkembang mengikuti tren fesyen tanpa meninggalkan karakter budayanya.
Selain memiliki nilai budaya, wastra Nusantara juga berpotensi dikembangkan sebagai produk kreatif bernilai ekonomi. Pengembangan desain dan perluasan pasar dinilai dapat membuka kesempatan bagi kain tradisional untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Eni Joe berharap keterlibatannya dalam berbagai peragaan busana dapat meningkatkan apresiasi terhadap wastra Indonesia sekaligus membuka peluang bagi produk fesyen berbasis kain tradisional di pasar global.
Dalam partisipasinya di Los Angeles, Eni Joe menyampaikan apresiasi kepada Konsul Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles, Purnomo A. Candra, serta Charles Hutapea selaku konsul ekonomi kreatif KJRI Los Angeles. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Afina Burhanuddin, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di Los Angeles.
Apresiasi turut diberikan kepada Diah Permatasari, Maya Bakhas, dan Sasha Cafin yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi antara desainer, komunitas, pelaku industri kreatif, serta perwakilan Indonesia di luar negeri menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan budaya nasional kepada masyarakat internasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022