Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Agustus 2026 | 20.20 WIB

Bukan Lagi Komuter, Kereta Jalur Pegunungan di Shizuoka Kini Khusus Wisatawan Bertarif Rp 388 Ribu

Foto yang diambil pada 8 Juni 2026 memperlihatkan kereta Jalur Ikawa milik Oigawa Railway Co. di Kawanehoncho, Prefektur Shizuoka. (Kyodo) - Image

Foto yang diambil pada 8 Juni 2026 memperlihatkan kereta Jalur Ikawa milik Oigawa Railway Co. di Kawanehoncho, Prefektur Shizuoka. (Kyodo)

JawaPos.com - Sebuah jalur kereta lokal di Shizuoka, Jepang kini tak lagi melayani penumpang seperti kereta komuter biasa. Jalur Ikawa di Prefektur Shizuoka diubah menjadi kereta wisata yang hanya bisa dinaiki melalui reservasi.

Perubahan itu mulai berlaku pada Juli dan disebut sebagai yang pertama di Jepang untuk jalur yang sebelumnya berfungsi sebagai kereta lokal, kemudian beralih sepenuhnya menjadi layanan wisata berbasis reservasi.

Jalur sepanjang 25,5 kilometer tersebut dikenal sebagai Minami-Alps Abt Line. Rutenya membelah kawasan pegunungan dengan pemandangan alam, sekaligus menggunakan lokomotif roda gigi sistem Abt yang dirancang untuk melewati tanjakan curam.

Sistem tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena merupakan satu-satunya lokomotif roda gigi Abt yang digunakan di Jepang.

Namun, perubahan fungsi jalur itu tidak sepenuhnya berjalan mulus. Oigawa Railway Co. menaikkan tarif dari sistem berdasarkan jarak menjadi tarif tetap JPY 3.500 (setara Rp388.500, kurs 1 JPY = Rp111).

Kenaikan tersebut memicu keberatan dari masyarakat setempat. Kota Kawanehoncho, yang berada di sepanjang jalur, baru diberi tahu mengenai perubahan itu pada April.

Sejumlah anggota dewan kota menilai penjelasan yang diberikan tidak memadai. Wakil Ketua Dewan Kota Kawanehoncho, Midori Nakahara, mengatakan pihaknya sebenarnya tidak menolak kenaikan tarif.

"Yang kami inginkan hanyalah membahas detailnya," kata Nakahara.

Presiden Oigawa Railway Akira Torizuka sebelumnya mengatakan perusahaan ingin melangkah bersama masyarakat setempat. Namun, ia kemudian mengkritik anggota dewan melalui blog pribadinya dengan menyebut sulit mendapatkan pemahaman dari masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan dan pedesaan.

Unggahan tersebut kemudian dihapus, tetapi sempat memicu kelompok anggota dewan kota mengirimkan surat protes.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore