
Seorang pendaki melewati papan yang menunjukkan tingkat peringatan beruang di Gunung Rausu, Hokkaido, pada 5 Juli 2026. (Kyodo)
JawaPos.com - Aktivitas pendakian di wilayah Hokkaido dan Tohoku, Jepang, turun lebih dari 30 persen dalam periode April hingga Juni 2026 dibandingkan periode yang sama dua tahun sebelumnya. Penurunan paling tajam terjadi di kawasan yang mengalami banyak serangan beruang.
Seperti dilansir Kyodo, Senin (10/8), analisis data lokasi ponsel pintar menunjukkan jumlah pendaki di 100 gunung terkenal Jepang atau "hyakumeizan" turun 34 persen di Tohoku dan 32 persen di Hokkaido dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Secara nasional, jumlah pendaki di 100 gunung tersebut turun 18 persen.
Data tersebut dianalisis Tokyo-based IT company Uneri Inc. bersama Kyodo News dengan menggunakan data lokasi ponsel pintar selama tiga tahun. Analisis berfokus pada pengguna yang berada dalam radius 500 meter dari puncak gunung. Data dikumpulkan dari aplikasi ponsel dengan persetujuan pengguna.
Di Tohoku, jumlah pendaki sebenarnya sudah turun 35 persen pada 2025 dibandingkan 2024. Tahun ini, tingkat kunjungan masih bertahan pada level rendah tersebut.
Penurunan paling tajam terjadi di Hachimantai, yang berada di perbatasan Prefektur Iwate dan Akita. Jumlah pendaki di gunung tersebut turun 46 persen dibandingkan 2024.
Gunung Adatara di Prefektur Fukushima juga mengalami penurunan 27 persen. Sementara di Hokkaido, jumlah pendaki kembali turun setelah sebelumnya merosot 18 persen pada 2025.
Akita mencatat 59 kasus serangan beruang hitam terhadap manusia sepanjang tahun fiskal 2025, termasuk serangan di kawasan perkotaan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Jepang, jumlah tersebut merupakan yang tertinggi di antara 47 prefektur.
Iwate mencatat 39 kasus dan berada di posisi kedua. Secara keseluruhan, sembilan orang meninggal akibat serangan beruang di kedua prefektur tersebut.
Di Hokkaido, jalur pendakian Gunung Rausu sempat ditutup setelah serangan beruang cokelat yang menewaskan seseorang pada musim panas tahun lalu. Akses ke sejumlah gunung lainnya juga telah dibatasi dalam beberapa tahun terakhir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022