
Dari kiri, Kepala Museum dan Cagar Budaya Esti Nurjadin, Direktur Utama InJourney Maya Watono, dan Direktur Utama InJourney Destination Management (TWC) Febrina Intan. (InJourney)
JawaPos.com - Kerja sama pelestarian warisan budaya kembali menjadi jembatan diplomasi antarnegara. Upaya konservasi terhadap salah satu situs bersejarah di Indonesia diharapkan tidak hanya menjaga nilai sejarah dan budaya, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pengembangan pariwisata serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
"Kolaborasi ini sejalan dengan misi InJourney dalam mengembangkan destinasi kelas dunia melalui pelestarian budaya, penguatan kolaborasi internasional, serta penciptaan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan," ujar Direktur Utama InJourney Maya Watono usai mendampingi kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi bersama Presiden Prabowo Subianto di Candi Prambanan, Rabu.
Menurut Maya, kolaborasi konservasi Candi Prambanan menjadi simbol eratnya hubungan Indonesia dan India yang telah terjalin selama berabad-abad. Hubungan tersebut tercermin pada Candi Prambanan sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan salah satu mahakarya arsitektur Hindu Siwa terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-9 pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Situs ini juga telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak 1991.
Ia menilai pelestarian warisan budaya dapat menjadi media yang efektif untuk mempererat hubungan antarbangsa sekaligus menghadirkan manfaat bagi sektor pariwisata Indonesia.
Menurutnya, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya membangun citra Indonesia sebagai destinasi budaya kelas dunia yang mampu mengelola warisan budaya secara berkelanjutan melalui kemitraan internasional.
Maya optimistis kolaborasi tersebut dapat meningkatkan daya tarik Indonesia di pasar India yang memiliki sekitar 1,4 miliar penduduk. Harapannya, jumlah wisatawan asal India yang datang ke Indonesia juga terus bertambah.
"Pada akhirnya, pelestarian warisan budaya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui terciptanya lapangan kerja, tumbuhnya UMKM dan ekonomi kreatif, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi," katanya.
Sementara itu, Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB) Kementerian Kebudayaan Esti Nurjadin mengatakan seluruh proses konservasi akan dilakukan dengan tetap menjaga nilai universal luar biasa yang menjadikan Candi Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
"Seluruh pekerjaan akan mengedepankan keaslian, keutuhan, dan pendekatan ilmiah," ujar Esti.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
