
Salah satu koleksi Museum Radya pustaka, Kota Surakarta. (Instagram @museumradyapustakasurakarta)
JawaPos.com - Surakarta atau Solo merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang memiliki beragam budaya.
Kota ini kerap menjadi pilihan wisatawan untuk mengisi waktu liburan karena menawarkan destinasi budaya yang unik dan menarik.
Apalagi di Kota Surakarta terdapat keraton yang menyimpan banyak cerita dari zaman penjajahan hingga sekarang.
Sejumlah destinasi wisata menawarkan beragam peninggalan budaya yang sekaligus bisa menambah wawasan wisatawan, terutama mengenai sejarah dan kebudayaan masyarakat Surakarta maupun keraton.
Dalam artikel ini, akan diulas empat destinasi wisata budaya yang populer menjadi tempat singgah wisatawan saat berada di Kota Solo. Berikut daftarnya:
Rumah Budaya Kratonan terletak di Jalan Manduro 6, Kec. Serengan, Surakarta. Dilansir dari akun TikTok @brigitta.julia, di tempat ini wisatawan dapat belajar sejarah, membaca buku, dan menikmati keindahan sekitar. Wisatawan juga dapat berkunjung ke galerinya.
Untuk menelusuri galeri, wisatawan akan dipandu oleh tour guide yang menjelaskan isi galeri dan sejarah selama satu jam. Setelah itu, wisatawan dapat menikmati kuliner di kawasan ini sembari membaca buku.
Sriwedari merupakan tempat pertunjukan kesenian wayang orang di Solo. Harga tiket masuknya Rp 20.000 untuk wisatawan lokal.
Pertunjukan wayang orang di Sriwedari dapat dinikmati pada hari Senin–Sabtu mulai pukul 19.30 WIB dengan cerita yang berbeda setiap harinya.
Dilansir dari akun TikTok @baguzbayu, pentas wayang orang di Sriwedari ini dikemas dengan menarik dan penuh guyonan kekinian.
Saat pertunjukan berlangsung, terdapat dua proyektor yang menampilkan subtitle bahasa Indonesia agar penonton dapat mengerti alur cerita wayang.
Dilansir dari akun TikTok @moodyannm, Museum Radya Pustaka adalah museum tertua di Indonesia. Museum ini terletak di Jl. Slamet Riyadi, Kota Surakarta.
Radya Pustaka memiliki makna surat pemerintahan. Sebelumnya, tempat ini merupakan gedung penyimpanan surat-surat kerajaan.
Museum ini didirikan oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada 18 Oktober 1890. Sebelum dijadikan museum, bangunan ini merupakan milik orang Belanda yang bernama Johannes Busselaar.
Museum ini menawarkan koleksi atribut kuni khas kerajaan, senjata dan benda pustaka, koleksi uang kuno, alat musik, dan masih banyak lagi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
