Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Agustus 2025 | 20.01 WIB

Hoi An: Menyelami Pesona Kota Lampion yang Magis dan Penuh Sejarah di Vietnam

Festival Lentera Hoi An di Vietnam yang dipenuhi warna-warni cahaya lampion (Dok. Klook) - Image

Festival Lentera Hoi An di Vietnam yang dipenuhi warna-warni cahaya lampion (Dok. Klook)

JawaPos.com - Di Vietnam, Hoi An dikenal sebagai Kota Lampion yang setiap bulan dipenuhi cahaya warna-warni dalam perayaan Festival Lentera Hoi An. Festival ini bertepatan dengan bulan purnama, momen yang sejak lama dianggap sakral dalam tradisi Buddha. 

Konon, Buddha lahir dan mencapai pencerahan pada bulan purnama, sehingga sejak berabad-abad lalu umat Buddha memandang fase ini sebagai waktu penuh berkah untuk meditasi, refleksi, hingga penghormatan leluhur.

Mengutip On The Go Tours, keyakinan itu masih terjaga hingga kini. Bulan purnama tetap menjadi momen penting bagi masyarakat Asia, yang mengekspresikannya lewat berbagai ritual, mulai dari menyalakan lilin, membakar dupa, hingga memberi persembahan di kuil keluarga. 

Di Hoi An, tradisi ini kemudian berpadu dengan lentera gantung, menjelma menjadi festival bulanan yang telah mendunia. Meskipun perayaan bulan purnama berlangsung di seluruh Vietnam, Hoi An yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO menjadi pusat perhatian wisatawan. 

Kota tua ini menghadirkan suasana yang begitu khas, di mana ribuan lentera dinyalakan serentak, menjadikannya salah satu atraksi budaya paling romantis di Asia Tenggara. Area favorit wisatawan untuk menikmati suasana adalah sekitar Jembatan Beratap Jepang hingga Jembatan Cau An Hoi. 

Dari titik ini, pengunjung bisa menyaksikan lentera-lentera kertas terapung di Sungai Thu Bon, sementara cahaya lampu dari bangunan tua berpadu dengan pantulan air, menciptakan panorama yang menakjubkan.

Jejak Sejarah Lampion Hoi An

Menurut Good Morning Hoi An, lentera telah menjadi simbol visual kota tua Hoi An sejak abad ke-16, ketika pedagang Tiongkok dan Jepang memperkenalkannya. Saat itu, lentera dipercaya membawa keberuntungan bagi rumah-rumah. 

Persaingan antarpenduduk membuat tradisi ini berkembang pesat, sehingga jalan-jalan di Hoi An dipenuhi warna-warni cahaya yang menawan, jumlahnya kini mencapai lebih dari 10.000 lentera sutra yang menghiasi kota setiap bulan.

Tradisi sempat meredup selama masa perang, namun kembali ramai pada 1990-an. Titik baliknya terjadi pada tahun 1998, ketika pemerintah setempat menggabungkan ritual bulan purnama dengan tradisi lampion, sehingga lahirlah festival seperti yang dikenal saat ini. 

Kini, Festival Lentera Hoi An menjadi magnet bagi ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin merasakan atmosfer magis kota tua ini.

Pesona Festival Lentera 2025

Festival Lentera di Hoi An menghadirkan pengalaman yang menyerupai memasuki negeri dongeng. Jalanan kota berubah menjadi panggung cahaya dengan ribuan lentera berwarna-warni yang digantung di sepanjang jalan. Dilansir dari Jacky Travel, berikut sejumlah atraksi utama yang bisa dinikmati:

1. Parade Lentera

Jalanan Hoi An dipenuhi parade memukau, di mana lentera berbentuk naga, kupu-kupu, hingga bunga besar diarak oleh warga dan pengunjung. Warna dan cahaya berpadu, menciptakan suasana yang tak terlupakan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore