Museum Perumusan Naskah Proklamasi awalnya dibangun untuk perusahaan Asuransi Jiwasraya pada 1927 oleh arsitek Belanda Johan Frederik Lodewijk Blankenberg. (Ryandi Zahdomo/Jawapos)
JawaPos.com - Jakarta bukan hanya Ibu Kota Negara, tetapi juga saksi lahirnya Republik Indonesia. Di kota inilah sejumlah peristiwa bersejarah terjadi, mulai dari perumusan hingga pembacaan naskah Proklamasi.
Di sudut-sudut tertentu, Jakarta masih menyimpan jejak perjuangan yang tak lekang dimakan waktu. Dari masjid tua yang disebut-sebut menjadi tempat Bung Karno salat pertama setelah membacakan Proklamasi, hingga rumah sederhana di Pegangsaan Timur 56 yang menjadi saksi detik-detik lahirnya sebuah bangsa merdeka.
Bagi sebagian orang, tempat-tempat ini mungkin sekadar bangunan atau monumen biasa. Namun, bagi sejarah Indonesia, keempat lokasi tersebut adalah saksi bisu lahirnya kemerdekaan.
Berikut empat jejak kemerdekaan di Jakarta yang masih bisa kamu kunjungi hingga hari ini.
1. Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Tak banyak yang tahu, naskah proklamasi hanya disusun dalam waktu kurang dari 2 jam di rumah Laksamana Tadashi Maeda. Rumah itu kini dikenal sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi.
“Sekitar pukul 22.00 WIB di tanggal 16 Agustus, tokoh-tokoh ini mendatangi rumah Maeda. Disitulah akhirnya memutuskan bahwa rumah Maeda itu dijadikan tempat untuk membuat naskah proklamasi,” ujar Aidil Fitra, Edukator Museum.
Soekarno, Hatta, dan Ahmad Subarjo merumuskan naskah, lalu Sayuti Melik mengetiknya menggunakan mesin ketik pinjaman militer Jerman. Mesin itu dipinjam oleh ART Maeda, Satsuki Mishima.
Diorama proses perumusan naskah Proklamasi, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Kamis (14/8). Naskah Proklamasi disusun hanya dalam waktu 2 jam. (Ryandi Zahdomo/Jawapos)
Pengetikan naskah proklamasi oleh Sayuti Melik tidak berjalan mulus. Terdapat sejumlah kesalahan dalam penulisan yang membuatnya harus mengulang ketikan.
"Sampah-sampah kertas itu di dekat meja pengetikan. Nah, di situlah BM Diah yang mengambilnya. Dan disimpan baru dikembalikan itu sekitar tahun 1992," jelas Aidil.
Gedung ini kini ditata menyerupai suasana malam perumusan proklamasi. Menurut Aidil, koleksi utamanya bukan benda, melainkan bangunannya itu sendiri yang menjadi saksi sejarah.
2. Taman Proklamasi: Lokasi Detik-detik Proklamasi Dibacakan

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
