
JIKA BERUNTUNG: Keindahan blue fire sebenarnya adalah ikon utama Kawah Ijen. Sayang, kini wisatawan sulit menikmatinya karena ada larangan mendekat. (JAWA POS RADAR BANYUWANGI)
Sempat ditutup selama beberapa bulan akibat fluktuasi aktivitas vulkanis, Taman Wisata Alam (TWA) Ijen kembali dibuka. Meski ada pembatasan, sederet keajaiban alam di wahana level internasional itu tetap bisa dinikmati.
JALUR yang ditempuh para wisatawan untuk mencapai Kawah Ijen memang masih sama, tetap “ramah” bagi siapa saja meski memerlukan perjuangan ekstra. Bagi wisatawan yang masih kuat mendaki, mereka hanya perlu berjalan menempuh jarak 3,6 kilometer dari gerbang awal pendakian di Paltuding, meskipun jalurnya cukup menanjak.
Bagi yang tidak kuat mendaki, juga tidak perlu khawatir. Sebab, di sana tersedia troli dorong yang banyak disebut “Taksi Kawah Ijen.” Tiap angkutan dioperasikan oleh dua orang, namun traveler harus bersiap merogoh kocek untuk membayar tarif.
Namun, rasa lelah itu akan hilang setelah tiba di puncak. Sebab, pemandangan di area puncak Ijen memang luar biasa. Danau kalderanya yang memancarkan keindahan warna biru tosca sangat mempesona. Pemandangan kawah serta kepulan asap belerang juga menambah panorama. Lukisan alam di puncak Ijen saat menjelang pagi membuat wisatawan sulit untuk melupakannya. Sunset-nya sangat indah, demikian pula gumpalan awannya.
AGENDA UTAMA: Biasanya wisatawan mancanegara tidak berlama-lama berada di Kawah Ijen. Setelah puas berfoto di spot-spot unggulan, mereka segera turun. (BILLY UNTUK RADAR BANYUWANGI)
Tak heran jika TWA Ijen masih menjadi destinasi prioritas para wisatawan yang singgah di Jatim. Tak hanya wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara. Rata-rata, dalam sebulan, jumlah turis yang datang berkisar antara 11 ribu hingga 15 ribu orang. Jumlah itu bisa lebih pada momen-momen tertentu. “Sejak Ijen dibuka kembali, tren kunjungannya terus naik,” kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman.
Rata-rata, para pengunjung di TWA Ijen adalah wisatawan yang transit di Jatim sebelum berangkat ke Bali. Biasanya, alur tujuan mereka adalah kawasan Bromo, Tumpak Sewu, dan Ijen.
ANDALAN: Panorama matahari terbit menjadi salah satu sajian yang ditunggu para wisatawan di Kawah Ijen. (BILLY UNTUK RADAR BANYUWANGI)
Hanya saja, ada satu atraksi andalan Kawah Ijen yang tak bisa dinikmati oleh para wisatawan, yakni indahnya blue flame (api biru) di dekat kawah. Sebab, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) tetap memberlakukan aturan ketat bagi pengunjung. Mereka dilarang memasuki zona radius 500 meter dari dapur solfatar Kawah Ijen. “Namun, jika api birunya besar, dari jarak 500 meter sudah bisa terlihat,” kata Kepala Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi pada BBKSDA Jatim, Dwi Putro Sugiarto.
Namun, sejauh ini, blue fire masih mengecil sehingga sulit terlihat. Menurut Dwi, penyebabnya masih perlu penelitian. (rio/aif/ris)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
