Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Agustus 2022 | 00.17 WIB

Menikmati Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) di Wonogiri

MULAI RAMAI: Sejak beberapa pekan ini, jumlah pengunjung Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri meningkat setelah ada kebijakan pelonggaran klegiatan wisata. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

MULAI RAMAI: Sejak beberapa pekan ini, jumlah pengunjung Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri meningkat setelah ada kebijakan pelonggaran klegiatan wisata. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Belum dianggap ke Wonogiri kalau tidak mampir ke Waduk Gajah Mungkur (WGM). Wajar, selain berstatus sebagai salah satu infrastruktur publik berpengaruh, kawasan itu telah menjadi ikon wisata di kabupaten tersebut.

---

MENGUNJUNGI waduk yang luasnya diperkirakan mencapai 8.800 hektare tersebut sebenarnya bukan perkara sulit. Pengunjung yang datang ke Wonogiri, terutama yang melintas di jalur selatan pusat kota, pasti melewati kawasan waduk tersebut.

Letak waduk yang beroperasi sejak 1982 itu memang strategis. Selain hanya 6 kilometer dari jantung kota, kawasan tersebut berada di jalur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Karena itu, walaupun tak ada niat ke sana, warga yang melewati jalur tersebut ”otomatis” akan melintasinya. Karena itu, berkunjung ke kawasan WGM, entah untuk berwisata atau sekadar menikmati pemandangan sekitar, tidak ada ruginya.

Ya, selain menjadi infrastruktur publik yang cukup vital, WGM telah menjadi objek wisata. Setiap hari destinasi tersebut dibuka mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB.

Biaya yang harus dibayar pengunjung untuk menikmati destinasi itu juga ramah kantong. Hanya dengan membayar Rp 10 ribu (pada hari biasa) atau Rp 12 ribu (pada hari libur), pengunjung bisa menikmati begitu banyak sajian keindahan.

Tepat di timur parkiran utama, pengunjung bisa santai nongkrong di tembok berbentuk anak tangga yang memanjang. Sejauh mata memandang ke arah timur, traveler disuguhi pemandangan air waduk yang tenang dan angin sepoi-sepoi.

Saat menengok ke sisi selatan, pengunjung bisa melihat bangunan keramba ikan milik warga berjajar di tengah waduk. ”Sebenarnya, dari sini, pemandangan matahari terbitnya sangat indah. Sayangnya, waduk baru dibuka pukul 08.00,” ucap Agus Triwibowo, salah seorang pengunjung, kepada Jawa Pos yang tengah singgah di WGM.

Selain asyik sebagai tempat nongkrong, penggemar memancing bisa menyalurkan hobinya secara gratis di tempat itu. Cukup membawa alat pancing sendiri, pengunjung bisa berburu ikan.

Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menikmati empat spot menarik lain di area waduk terbesar ketiga di Indonesia tersebut. Terutama saat luas genangan waduk normal. Yakni, taman satwa, waterboom, tur keliling waduk dengan perahu, dan area swafoto di puncak Watu Cenik.

Karena itu, tak mengherankan jika WGM menjadi salah satu ikon wisata Wonogiri. Tak hanya sebagai jujukan para pelancong luar daerah, destinasi tersebut juga menjadi destinasi favorit wisatawan lokal. ”Kami sering ke sini. Wisata murah dan dekat rumah,” tambah Agus yang tinggal di Desa Sukorejo, Wonogiri.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri Haryanto menjelaskan, pemerintah serius menjadikan WGM sebagai destinasi wisata potensial. ”Anggaran Rp 28 miliar sudah disiapkan untuk revitalisasi,” katanya.

Ada cukup banyak pembenahan yang dilakukan. Mulai pemugaran pintu masuk utama hingga perluasan area taman. Juga, didirikan jembatan kaca yang menjorok hingga ke tengah waduk. ”Jembatan ini akan menjadi jadi salah satu ikon utama. Ini proyek multiyear. Insya Allah mulai eksekusi Oktober tahun ini,” ucapnya.

Haryanto menambahkan, revitalisasi WGM adalah bentuk timbal balik pemerintah kepada warga Wonogiri. Sebab, ada pengorbanan warga yang sangat besar di balik pembangunan waduk yang dimulai pada 1976 tersebut.

Saat itu, tercatat 51 desa ditenggelamkan. Sebanyak 67.157 warga rela meninggalkan kampung halaman. Sebagai tanda penghormatan, sebuah monumen bedol desa dibangun di sisi utara waduk. ”WGM adalah simbol dan tetenger keikhlasan warga Wonogiri. Kami ingin ada timbal balik yang dirasakan warga,” ucap Haryanto.

Saat ini WGM berfungsi untuk operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan mengairi 23 ribu hektare sawah di Solo Raya.

Sajian Panorama Utuh WGM di Watu Cenik


WADUK Gajah Mungkur (WGM) memang begitu luas. Kawasan waduknya saja nyaris mencapai 9 ribu hektare. Karena itu, wisatawan yang datang ke sana tidak akan bisa menyaksikan panorama waduk secara utuh.

Nah, untuk bisa menyaksikan keindahan keseluruhan kawasan waduk, ada satu cara yang bisa dilakukan para traveler. Yakni, datang ke sebuah bukit di sebelah barat waduk. Namanya puncak Watu Cenik di Desa Sendang.

Untuk menuju ke sana, pengunjung memang harus sedikit keringetan. Sebab, jalanan menuju ke sana menanjak. Namun, jangan khawatir, semua jenis kendaraan, baik roda dua maupun mobil, bisa melintas.

Dari bukit itu, pandangan pengunjung akan dimanjakan keindahan WGM secara utuh, yang membentang dari utara ke selatan Kabupaten Wonogiri. ’’Cuma di Watu Cenik, pengunjung bisa melihat panorama WGM keseluruhan,” ucap Sukamto Priyowiyoto, kepala Desa Sendang, saat menemani Jawa Pos.

Bukan hanya sajian panorama WGM, pengunjung juga bisa menikmati spot-spot foto ciamik hingga taman bunga yang tertata apik. Wajar. Sejak 2016, Watu Cenik juga disulap menjadi objek wisata andalan milik Desa Sendang. Yang mengelola adalah badan usaha milik desa (BUMDes) setempat.

Tidak jauh dari puncak Watu Cenik, wisatawan bisa mengunjungi area lepas landas olahraga gantole dan paralayang. Wahana itu merupakan hasil kerja sama BUMDes dengan TNI-AU Lanud Adi Soemarmo.

SEKILAS TENTANG WADUK GAJAH MUNGKUR

TERLETAK di kawasan Pegunungan Gajah Mungkur.

Bangunan waduk berada di wilayah Desa Pohkidul, Kecamatan Wonogiri.

Area genangan air waduk berada di tujuh kecamatan.

Mulai dibangun pada 1976 dan beroperasi pada 1982.

FUNGSI WADUK

Untuk operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA)

Untuk irigasi 23 ribu hektare sawah di wilayah Solo Raya

Sebagai objek wisata

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore