
SELFIE DULU: Dua pengunjung Tebing Cafe berfoto bersama dengan latar belakang panorama wilayah pesisir. (Anjar Dwi/Jawa Pos Radar Lamongan)
Geliat pariwisata di Kabupaten Lamongan makin terasa. Destinasi-destinasi baru bermunculan. Konsepnya juga mulai beragam. Bukan hanya wisata bahari khas pesisir. Salah satu yang sedang ngetren adalah nuansa perbukitan.
---
TERLETAK di wilayah pesisir pantura Jawa Timur, wajar jika Lamongan dikenal dengan geliat usaha di sektor bahari. Mulai perdagangan, perikanan, hingga dunia pariwisata.
Di kabupaten tersebut, ada sejumlah destinasi wisata di pesisir pantai. Salah satu pusatnya adalah Kecamatan Paciran. Keindahan pantai di kawasan itu tak perlu diragukan.
Namun, dalam perkembangannya, kini mulai bermunculan para penggiat yang meramaikan dunia pariwisata di Lamongan. Menawarkan konsep baru, tak hanya mengandalkan eksotisme wilayah pesisir.
Salah satu yang kini mulai digandrungi wisatawan, terutama kalangan milenial di kabupaten tersebut, adalah objek wisata di dataran tinggi. Sejumlah destinasi baru muncul. Salah satunya adalah Tebing Cafe di Bukit Kendil, Paciran.
Dari namanya sudah bisa ditebak. Para pengunjung berkesempatan menyaksikan panorama alam di wilayah pesisir dari dataran tinggi. Mulai keindahan hamparan hutan, lautan, hingga lanskap kawasan permukiman. Dan, tentu saja, sambil menikmati aneka makanan-minuman di kafe yang berdiri di sana.
Ide pendirian destinasi itu berawal dari pemikiran sang inisiator, Muhammad In’am, yang melihat minimnya destinasi wisata di tanah kelahirannya, Paciran. ”Pesona alam yang sangat indah di sini akan sia-sia kalau tidak dimanfaatkan dengan baik,” kata In’am yang juga menjabat general manager (GM) Tebing Cafe.
Dari situlah, kawasan tersebut ditata. Sejumlah spot dan wahana didirikan. Baik yang bertema outdoor maupun indoor. Setelah progres pembangunannya mencapai 60 persen, destinasi itu mulai dibuka.
Meski pembangunan belum selesai 100 persen, animo warga, terutama kalangan muda di Lamongan, lumayan besar.
”Selama Tebing Cafe dibuka, tingkat kunjungan sangat tinggi, khususnya pada akhir pekan,” ungkapnya.
Karena itu, kata In’am, penataan kawasan tersebut akan terus berlanjut hingga benar-benar sesuai dengan konsep awalnya.
Sejauh ini apresiasi para pengunjung cukup positif. Misalnya, yang diceritakan Happy. Meski harus menempuh perjalanan hingga satu jam, dia merasa tak rugi. Dia bisa menyaksikan pemandangan yang menakjubkan di atas tebing. ”View-nya masya Allah. Konsepnya juga sangat kekinian,” jelas perempuan yang bekerja di sebuah industri sepatu tersebut.
Bukan hanya wisatawan lokal, destinasi itu juga mulai dikunjungi warga luar daerah. Salah satunya adalah Rohman, remaja asal Semanding, Tuban. Dia sengaja mengisi waktu luangnya untuk datang ke sana. ”Konsepnya sangat menarik. Tak hanya menawarkan nuansa khas kafe, tapi juga keindahan alam dan pemandangan laut yang bisa dilihat dari ketinggian,” ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
