Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Desember 2016 | 18.19 WIB

Menikmati Sensasi Tur di Padang Pasir Konservasi Dubai

TUR LANGKA: Para turis mencoba menikmati padang pasir Dubai dengan menyusurinya menggunakan mobil. - Image

TUR LANGKA: Para turis mencoba menikmati padang pasir Dubai dengan menyusurinya menggunakan mobil.

Dubai Desert Conservation Reserve bukan gurun biasa. Hamparan padang pasir seluas 225 km persegi itu menyembunyikan ekosistem tradisional dari gedung-gedung pencakar langit Dubai. Wartawan Jawa Pos MOCHAMAD SALSABYL A’DN belum lama ini berkesempatan menikmati kehidupan di gurun pasir itu.





CUACA di Dubai Desert Conservation Reserve alias Padang Pasir Konservasi Dubai sore itu pukul 15.30 begitu cerah. Langit mulai jingga. Angin ’’musim dingin’’ bertiup lembut. Hamparan pasir yang mahaluas terlihat tak bertepi. Bagaikan permadani. Sangat indah.



Dua mobil SUV menghampiri rombongan dari Indonesia peserta tur di padang pasir Dubai, termasuk saya. Mobil itulah yang akan membawa kami memulai petualangan di atas gurun. Yaser, satu di antara dua sopir mobil tersebut, turun dan menyapa kami.



’’Selamat datang di Dubai. Kami akan membawa Anda menyusuri gurun ini,’’ tutur warga Syria yang sudah delapan tahun menjadi guide tur padang pasir itu.



Maka, suasana perkotaan yang dipenuhi gedung tinggi pun mulai kami tinggalkan. Tak berapa lama kami melewati jalan panjang yang di kanan-kirinya merupakan padang pasir nan luas. Sesekali kami melewati kawasan ’’penggembalaan’’ unta.



’’Unta-unta itu sangat mahal. Bisa miliaran seekor. Itu unta balap,’’ ujar Yaser yang fasih bahasa Inggris.



Tak sampai setengah jam, mobil sudah sampai di gerbang Maghar, salah satu pintu masuk Padang Pasir Koservasi Dubai. Yaser menghentikan kendaraan, lalu turun untuk mengurangi tekanan udara di ban mobilnya. Cara itu bisa membuat permukaan ban lebih mencengkeram saat melintasi padang pasir.



Wilayah gurun yang bakal kami jelajahi memang bukan gurun biasa. Dubai Desert adalah padang pasir konservasi pertama dan terluas di Uni Emirat Arab (UAE). Konservasi itu ditujukan untuk melestarikan ekosistem padang pasir Dubai, baik flora maupun faunanya.



Karena itu, tidak sembarang orang boleh masuk dan melintasi padang pasir yang dilindungi tersebut. Di antara puluhan perusahaan travel di Dubai, misalnya, hanya empat agen travel yang mendapat izin untuk membawa turis bertualang.





Setelah satu mobil lain bergabung, Yaser melanjutkan perjalanan. Ketika mobil menyusuri jalanan, terlihat hewan seperti kambing berwarna putih dan berkaki hitam. Hewan itu juga memiliki tanduk lurus yang menjulang tinggi.



”Itu bukan kambing, itu oryx Arab,” ujarnya. Oryx adalah binatang langka yang dijadikan salah satu hewan ikon UEA. Hampir 50 persen dari populasi oryx Arab hidup liar di wilayah itu.



Mobil berjalan pelan. Sesekali menaiki ”gundukan”. Rupanya, Yaser juga ingin menunjukkan burung alap-alap. Orang Dubai dulu menggunakan burung berbadan besar tersebut untuk berburu hewan kecil seperti kelinci liar atau burung lain. Namun, setelah ada larangan berburu, burung alap-alap hanya digunakan untuk pertunjukan sirkus atau menjadi hewan peliharaan di rumah.



Sesaat kemudian, puluhan mobil SUV yang membawa turis dari berbagai negara berdatangan. Mereka berkonvoi menuju kemah di tengah gurun.



Saat itulah yang ditunggu para turis. Mesin mobil mulai berderum untuk menyusuri lautan pasir yang membentang luas. ”Yang belakang harap pasang sabuk,” ujar Yaser, mengingatkan kami. Tak berapa lama, mobil tiba-tiba berlari kencang. Wuzzz....



Mobil lalu naik turun bukit. Dengan cekatan, Yaser membanting setir untuk menggoyang empat penumpang di mobilnya. Kami pun mulai merasakan sensasi tur itu. Guncangan yang hebat bak naik roller coaster. Setelah melaju kencang, tak berapa lama mobil berhenti di tepi ”tebing”. Seolah mobil akan terjun.

Editor: Fim Jepe
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore