Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Desember 2025 | 19.33 WIB

Dulu jadi Spot Indah, kini Danau Singkarak Dipenuhi Gelondongan Kayu usai Dihantam Banjir Bandang

Danau Singkarak berubah drastis setelah banjir bandang, tertutup kayu gelondongan, dampak besar bagi pariwisata. (Instagram @nabilllntn) - Image

Danau Singkarak berubah drastis setelah banjir bandang, tertutup kayu gelondongan, dampak besar bagi pariwisata. (Instagram @nabilllntn)

JawaPos.com - Danau Singkarak yang dulu dikenal dengan panorama biru tenangnya, kini berubah drastis menjadi hamparan gelondongan kayu setelah banjir bandang (galodo) besar melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Ikon wisata yang selama ini menjadi kebanggaan daerah itu kini tampak kelabu, tertutup material kayu yang memenuhi permukaan air. Kayu-kayu gelondongan tersebut terseret dari titik-titik galodo di wilayah Solok dan bermuara di kawasan Nagari Muaro Pingai.

Berdasarkan foto udara yang beredar di media sosial, Senin (1/12) lalu, permukaan Danau Singkarak terlihat dipenuhi material kayu dalam bentangan luas, hingga menutup sebagian besar area danau.

Material ini merupakan sisa-sisa sapuan banjir bandang yang terjadi berhari-hari, mengikuti aliran sungai sebelum akhirnya berhenti di Singkarak. Akumulasi kayu yang terbawa arus membuat danau yang selama ini menjadi destinasi wisata favorit kini kehilangan pesonanya.

Selama bertahun-tahun, Danau Singkarak terkenal berkat pemandangan indah, udara segar, serta suasana yang menenangkan. Tempat ini juga populer karena keberadaan ikan bilih, spesies khas yang hanya hidup di Singkarak, dan menjadi ikon kuliner daerah.

Wisatawan biasanya menikmati perjalanan perahu ke tengah danau atau memancing bersama warga, dengan akses sekitar empat jam perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau.

Namun kini, wajah Singkarak berubah total. Tumpukan kayu gelondongan yang mengambang pascabencana galodo membuat danau ini tampak muram, jauh dari citra elok yang selama ini melekat. Keindahannya tertutup oleh dampak bencana, meninggalkan pekerjaan besar bagi pemerintah dan masyarakat untuk memulihkannya.

"Sungguh memprihatinkan, sampah yang terdiri dari kayu, sampah plastik, dan sampah rumah tangga mengapung di atas Danau Singkarak," tulis pengunggah foto di Instagram @nabilllntn, Rabu (3/12).

"Kalau sudah seperti ini, bagaimana ya cara membersihkan sampah yang jumlahnya sangat besar ini?" tanyanya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore