
Erawan Falls di Thailand, keindahan air terjun tujuh tingkat dan keanekaragaman hayati yang wajib dikunjungi pecinta alam (Dok. Thai National Parks)
JawaPos.com - Terletak di Thailand Barat, tepatnya di kawasan Pegunungan Tenasserim, Provinsi Kanchanaburi, Taman Nasional Erawan menjadi salah satu destinasi alam paling populer di Negeri Gajah Putih. Dikutip dari Thai National Parks, taman nasional ini berdiri sejak 1975 sebagai taman nasional ke-12 di Thailand dengan luas mencapai 550 kilometer persegi.
Daya tarik utama taman ini adalah Erawan Falls yang memiliki tujuh tingkat dengan kolam berwarna hijau zamrud. Nama air terjun dan taman ini diambil dari sosok gajah putih berkepala tiga dalam mitologi Hindu, karena tingkat teratas air terjun diyakini menyerupai kepala gajah tersebut. Selain air terjun, pengunjung juga dapat menjelajahi sejumlah gua yang mengesankan, baik yang terletak di dalam kawasan taman maupun di sepanjang jalan sekitar.
Keanekaragaman Hayati di Taman Nasional Erawan
Meski jalur trekking terbatas, Taman Nasional Erawan tetap menjadi rumah bagi berbagai satwa liar. Spesies umum yang kerap ditemui antara lain kera ekor panjang (crab-eating macaques) dan babi hutan. Sementara di area hutan yang lebih dalam, wisatawan berpeluang menjumpai satwa menarik seperti kera Assam yang langka di Thailand, kijang, rusa sambar, gibon, serow Indocina, hingga gajah Asia.
Dari sekitar 120 jenis burung yang tercatat di taman ini, beberapa yang menonjol antara lain elang ular bido (crested serpent eagle), pegar kalij, merak kelabu, lesser shortwing, serta rangkong besar. Reptil pun tak kalah beragam, termasuk ular berbisa langka Kanburi pit viper, Scincella punctatolineata, hingga biawak air besar yang dapat tumbuh lebih dari 1,5 m. Meski tampak mengintimidasi, biawak ini jinak dan tidak menyerang, namun wisatawan disarankan untuk tidak mendekat terlalu dekat.
Tips Berkunjung dan Aktivitas Populer
Menurut Lonely Planet, pengunjung disarankan membawa pakaian renang yang lebih tertutup atau kaus. Perlu diingat juga bahwa kolam alami di air terjun dihuni ikan-ikan besar yang suka menggigiti kulit, dan monyet kerap mencuri barang bawaan pengunjung.
Level empat air terjun, memiliki seluncuran alami dari batu, sementara level enam biasanya lebih sepi dari wisatawan. Aturan ketat juga berlaku di kawasan ini. Makanan hanya diperbolehkan sampai level dua, sedangkan botol air harus didaftarkan dengan deposit 20 baht untuk mencegah sampah plastik. Untuk mempermudah perjalanan, tersedia layanan buggy hingga level pertama.
Bagi yang ingin menjauh dari keramaian, tersedia jalur trekking Khao Hin Lan Pee sepanjang 5 km yang dipandu ranger. Jalur ini membawa pengunjung melewati hutan hingga ke tingkat kelima air terjun. Ada pula Gua Tham Phra That yang jarang dikunjungi, terkenal dengan formasi batu kapur berkilauan. Beberapa gua lain di taman ini sayangnya sudah lama ditutup untuk umum dan kemungkinan tidak akan dibuka kembali.
Fasilitas dan Akses ke Taman Nasional Erawan
Selain trekking dan berenang, pengunjung dapat bermalam di bungalow taman yang berkapasitas dua hingga delapan orang atau menyewa tenda di area perkemahan. Lokasinya sekitar 65 km di utara Kanchanaburi, dengan akses bus reguler setiap jam dari pukul 08.00 hingga 17.50 seharga 50 baht dengan waktu tempuh 1,5 jam.
Bus berhenti langsung di pusat informasi pengunjung yang buka 24 jam. Bus terakhir kembali ke Kanchanaburi berangkat pukul 17.00, dan pada akhir pekan biasanya penuh sesak. Beberapa calo di terminal mungkin menawarkan jasa sopir pribadi, tetapi sesungguhnya tidak diperlukan.
Seorang wisatawan membagikan pengalamannya ketika berkunjung, "Sekitar 2–3 jam perjalanan mudah dari Bangkok, saya benar-benar takjub melihat betapa spektakulernya tempat ini. Ada 7 tingkat air terjun yang sangat bersih dan terawat. Saya membawa putri saya dengan ekspektasi rendah, tetapi ternyata jauh lebih indah dari yang saya bayangkan," tulis Robert di Tripadvisor.
Dengan keindahan air terjun bertingkat, keanekaragaman hayati, hingga fasilitas wisata yang memadai, Taman Nasional Erawan menjadi salah satu destinasi wajib dikunjungi bagi pencinta alam dan penjelajah di Thailand.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
