
ARTISTIK: Seperti namanya, Pulau Batu Berlayar dikenal berkat susunan batu granit raksasa yang seolah-olah mengapung di atas air laut. (DINDA JUWITA/JAWA POS)
Menikmati semua keindahan alam di Belitung ternyata tidak butuh waktu hingga berhari-hari. Dengan waktu tujuh jam saja, traveler bisa menikmati eksotisme pesisir Negeri Laskar Pelangi.
PERIBAHASA ”sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui” boleh jadi tidak akan berlaku bagi traveler yang ber-healing ke Belitung. Sebab, dalam sekali mendayung, tak hanya dua atau tiga pulau yang bisa disinggahi, melainkan lima. Ya, lima pulau!
Lokasi antarpulau yang berdekatan membuat island hopping (menjelajah pulau) di Belitung hanya memakan waktu tujuh jam. Karena itu, pulau yang jadi latar film Laskar Pelangi itu sangat cocok bagi para wisatawan yang memiliki kesempatan one day trip.
Jika Anda baru pertama mengunjungi Belitung, tak perlu overthinking bagaimana bisa menjelajahi semua pulau di sana. Sebagai titik awal, pelancong bisa menuju Pantai Tanjung Kelayang untuk memulai petualangan island hopping.
Di pantai yang terletak di Kecamatan Sijuk itu, belasan perahu telah siap mengangkut para wisatawan. Di sana juga banyak pemandu wisata yang sudah stand by mendampingi perjalanan. Namun, jika traveler ingin lebih sat set, opsi booking jauh-jauh hari bisa dilakukan. Salah satunya melalui online travel agent (OTA).
FAVORIT: Jet ski menjadi salah satu wahana permainan yang bisa dinikmati wisatawan yang berkeliling di Kepulauan Belitung. (DINDA JUWITA/JAWA POS)
Para pemandu wisata biasanya menawarkan paket all in. Selain dipandu seharian, traveler juga mendapatkan berbagai fasilitas lain. Mulai makan, minum, transportasi, hingga dokumentasi. ’’Nggak perlu khawatir, kami semua siap. Ditunggu kedatangannya kemari,’’ ujar Atan, salah seorang pemandu.
Dari Pantai Tanjung Kelayang, peserta tur akan diarahkan menuju Batu Burung Garuda. Di sini, tujuan utamanya adalah berfoto di atas kapal dengan background batu yang sesuai namanya, mirip dengan figur burung garuda.
Seusai puas berfoto, perjalanan berlanjut ke Pulau Pasir. Meski disebut pulau, destinasi ini bukanlah pulau. Melainkan tumpukan pasir yang hanya muncul saat air surut. Sebaliknya, jika air laut pasang, hampir seluruh daratannya ”tenggelam”. Pulau Pasir berukuran hanya setengah lapangan bola.
INSTAGRAMMABLE: Gugusan batau di Pulau Batu Belayar menjadi salah satu spot menarik untuk berfoto. (DINDA JUWITA/JAWA POS)
Dari Pulau Pasir, penjelajahan dilanjutkan menuju Pulau Batu Berlayar. Pulau ini adalah salah satu tujuan favorit para wisatawan. Susunan batu granit raksasa membuat destinasi ini menjadi objek sorotan kamera para traveler. Di sini, sebagian wisatawan juga sengaja berfoto dengan latar mercusuar yang menjulang di seberang pulau. ’’Kapan lagi kan bisa ke sini. Makanya dipuas-puasin,’’ tutur Yunita, wisatawan asal Jakarta.
Hanya beberapa menit saja dari Pulau Batu Berlayar, wisatawan diajak menikmati keindahan Pulau Lengkuas. Lokasi ini menjadi salah satu episentrum island hopping. Sebab, traveler bisa menyempatkan waktu untuk snorkeling di sini. Hamparan pasir putih, laut biru yang jernih, serta panorama mercusuar setinggi 57 meter yang dibangun pada 1883 silam menjadi daya tarik yang akan sulit untuk dilupakan. (dee/c6/ris)

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
