Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Desember 2023 | 00.34 WIB

Tolak Aji Mumpung, Paguyuban Kusir Andong Pastikan Tidak 'Nuthuk' Harga saat Libur Nataru di Yogyakarta

Kusir andong DIY mengaku tidak akan aji mumpung menaikkan tarif meskipun terdapat peningkatan trafik kunjungan wisatawan selama libur Nataru (Alfi Annissa Karin/ Radar Jogja) - Image

Kusir andong DIY mengaku tidak akan aji mumpung menaikkan tarif meskipun terdapat peningkatan trafik kunjungan wisatawan selama libur Nataru (Alfi Annissa Karin/ Radar Jogja)

JawaPos.com - Moda transportasi Andong menjadi salah satu pilihan wisatawan untuk mengelilingi spot wisata di area Kota Yogyakarta selama momen libur Natal dan tahun baru (Nataru).

Kendati demikian, paguyuban kusir andong DIY mengaku tidak akan aji mumpung menaikkan tarif meskipun terdapat peningkatan trafik kunjungan wisatawan selama libur Nataru.

Ketua Paguyuban Andong DIY, Purwanto, mengatakan sudah ada kesepakatan dengan para anggota untuk tidak nuthuk harga di momentum Nataru kali ini. 

Dia mengatakan jika tarif yang dipatok masih cenderung normal dan didasarkan atas negosiasi dengan penumpang.

"Kita sepakati harga normal, kalau pun harga naik itu murni asasnya nego," katanya, Senin (25/12) seperti dikutip dari Radar Jogja (Jawa Pos Grup).

Purwanto merinci, secara tarif andong di kawasan Malioboro dibagi menjadi tiga kategori harga. Putaran atau jarak pendek yakni sebesar Rp 100 ribu. Jarak menengah Rp 150 ribu. Jarak jauh kisaran Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu.

Adapun rute yang dilewati andong tersebut meliputi kawasan Malioboro dan rute terjauh akan melewati daerah Keraton Yogyakarta sampai akhirnya kembali lagi ke jalan Malioboro.

Purwanto menyebutkan, dari total 421 kusir andong yang tercatat sebagai anggota. Lebih dari 90 persen memang berada di kawasan Malioboro. Sementara sisanya berada di sekitaran Keraton Yogyakarta dan Alun-alun Utara Yogyakarta.

"Bisa dibilang 99 persen itu di Malioboro ini mangkalnya, yang di alun-alun paling cuma beberapa, gak lebih dari lima," sambungnya.

Kesepakatan paguyuban kusir andong untuk tidak nuthuk harga tersebut adalah salah satu cara menjaga citra pariwisata Yogyakarta.

Selain itu, secara konsep andong di kawasan Malioboro saat ini termasuk dalam angkutan wisata yang berguna untuk menaikkan branding kota Yogyakarta.

"Kita ini sekarang angkutan wisata, udah jarang terima order jarak jauh, jadi memang rutenya khusus wisatawan," paparnya.

Secara terpisah, salah seorang wisatawan asal Surabaya, Febri Perdana, membeberkan, harga sewa andong yang dipatok di kawasan Malioboro tersebut masih relatif normal. Apalagi, harga tersebut mengakomodasi penumpang lebih dari satu orang.

"Masih normal sih, apalagi di momen libur gini dan ini tadi naiknya berempat," ungkapnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore