
IKON DUNIA: Replika Menara Eifel yang berdiri di atas sungai di kawasan PSC menjadi salah satu spot favorit para pengunjung.
Dulu, Kota Madiun bukanlah daerah jujukan wisata. Tapi, di era Wali Kota Maidi, Kota Brem itu berhasil disulap menjadi destinasi andalan baru Jatim. Wisata tematik jadi andalan. Ikonnya adalah Pahlawan Street Center (PSC).
---
MALIOBORO-nya Madiun. Itulah salah satu julukan yang disematkan untuk PSC. Destinasi tersebut merupakan buah keseriusan Pemkot Madiun menata objek wisata di Jalan Pahlawan yang dulunya dikenal akan banjirnya.
Jerih payah itu berbuah manis. Sebab, PSC tidak hanya bernuansa Malioboro. Tapi, lebih dari itu. Sajian yang bisa dinikmati para traveler lebih komplet lagi.
Saat menyusuri PSC, pengunjung serasa diajak berkeliling dunia. Sebab, sederet replika ikon terkenal di sejumlah negara ada di sana. Mulai Patung Merlion, kereta api (KA) Shinkansen, Menara Eiffel, rumah Tudor, London Bridge, hingga Kakbah.
Deretan ikon dunia yang berdiri di PSC masih bertambah. Saat ini yang menyusul dibangun adalah jam Big Ben, Patung Liberty, kincir angin Belanda, serta Tugu Monas di Alun-Alun Kota Madiun.
”Banyak orang kagum dengan ikon-ikon dunia dari berbagai negara. Nah, ketertarikan itulah yang coba kami bawa ke sini (Kota Madiun, Red). Dan, hasilnya memang banyak yang tertarik,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.
Awalnya, keberadaan ikon-ikon dunia di PSC itu sempat mendapat tanggapan negatif dari sebagian kalangan. ”Tapi, kenyataannya lebih banyak orang yang menilai positif dan tertarik mengunjungi Kota Madiun,’’ ujar Maidi.
Selain deretan ikon dunia, ada sajian lain yang sayang jika dilewatkan para traveler. Di sana, sebuah kereta api pemberian INKA dan PT KAI dipajang dan disulap menjadi restoran. Sementara, di setiap kelurahan juga dibangun lapak UMKM yang bisa dijadikan sebagai jujukan wisata kuliner.
Berwisata di PSC makin mudah dengan Madiun Bus on Tour (Mabour), bus wisata yang bisa dinaiki wisatawan mulai sore hingga malam. Mabour menjadi sarana transportasi yang disediakan pemkot kepada wisatawan untuk berkeliling menikmati suasana Kota Madiun. Tidak hanya itu, pemkot juga membangun spot wisata khusus kuliner di Bogowonto.
Objek wisata tematik itu paling enak dikunjungi saat malam. Sebab, gemerlap sinar lampu hias membuat suasana PSC begitu berwarna. Dan, tentunya dapat dinikmati secara cuma-cuma.
Keberadaan PSC terbukti sukses membuat Kota Madiun menjadi daerah jujukan wisata. Buktinya adalah tingginya tingkat kunjungan. Pada 2022, misalnya, tercatat sebanyak 45.104 wisatawan datang berkunjung. Artinya, rata-rata sekitar 1.500 wisatawan berkunjung setiap hari ke Kota Madiun.
’’Dulu, Kota Madiun disingkiri. Kini, kota ini kerap disinggahi. Begitu juga kawasan PSC, semula Jalan Pahlawan banjir air. Kini, menjadi banjir manusia,’’ terang Maidi. (ggi/her/c7/ris)
MESKI identik dengan kawasan perkotaan, Kota Madiun juga memiliki kekayaan budaya luar biasa. Itu dibuktikan dengan adanya sederet cagar budaya dan tempat-tempat bersejarah di kota ini. Di antaranya, Masjid Kuno Taman dan Masjid Kuno Kuncen.
RAMAI: Sejak disulap menjadi destinasi wisata tematik, kawasan PSC tak pernah sepi pengunjung.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
