Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Agustus 2023 | 22.57 WIB

Varian Kopi yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Danau Toba

Kopi Sidikalang - Image

Kopi Sidikalang

JawaPos.com - Saat berlibur ke Danau Toba, pengunjung tidak hanya akan melihat pemadangan yang memanjakan mata, namun juga disuguhkan aneka kuliner yang nikmat dan enak khas Sumatera Utara.

Salah satu kuliner yang amat penting untuk dicoba, adalah aneka varian kopi khas Sumatera Utara. Sebagai daerah penghasil kopi, Sumatera Utara mampu memberikan citarasa kopi yang unik dan berbeda dari kopi pada umumnya.

Berikut ini beberapa varian kopi khas wisata Danau Toba, Sumatera Utara:

Kopi Sidikalang
Kopi Sidikalang adalah varian kopi yang paling terkenal dan terbaik di antara jenis kopi lainnya di Sumatera Utara. Kopi ini tumbuh di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Kopi jenis ini memiliki tekstur lebih halus, aromanya tak terlalu kuat, dan tingkat keasamannya yang rendah. Kopi Sidikalang mengandung kafein sebesar 80 persen. Citarasanya mirip seperti cokelat, dengan sedikit manis.

Dengan citarasa dan tekstur itu, Kopi Sidikalang cocok dinikmati semua kalangan, bahkan bagi orang yang tak terbiasa minum kopi sekalipun. Juga, aman bagi mereka yang memiliki masalah lambung.

Kopi Sipirok
Eksistensi Kopi Sipirok tak kalah dengan Kopi Sidikalang. Kopi Sipirok berasal dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dengan citarasa rempah yang cukup kuat khas kopi Arabika yang pekat, kental, dan pahit namun sedikit manis.

Kopi Sipirok yang terbilang masih alami dan belum tersentu obat-obatan kimia, disebut-sebut menjadi faktor mengapa kopi jenis ini memiliki citarasa yang lebih kuat daripada kopi lain yang sudah tercampur dengan bahan lain.

Kopi Mandailing
Kopi Mandailing sudah dikenal luas di seantero negeri, bahkan juga dunia. Kopi Mandailing tumbuh di kawasan Mandailing Natal, tepatnya di daerah Pekantan. Atau bisa juga ditemukan di beberapa daerah lain seperti Desa Simpang Banyak, Desa Pagur, di Tapanuli, Pakpak, serta Tanah Karo.

Kopi Mandailing memiliki tingkat kekentalan yang tinggi, namun tingkat keasamannya yang rendah. Jika menikmati kopi ini, di ujung rasa akan muncul rasa manis. Itulah kenapa, dunia begitu menyukai Kopi Mandailing.

Kopi Tarutung
Seperti namanya, kopi jenis ini berasal dari Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Kopi Tarutung terbagi menjadi dua jenis, yakni arabika dan robusta. Keunggulan Kopi Tarutung terletak pada kualitas rasa dan aromanya.

Kopi Tarutung bercitarasa pahit, gurih dengan rasa sedikit sepat dan asam. Aroma nikmat dari Kopi Tarutung, dipengaruhi oleh tanaman-tanaman yang ada di sekitar perkebunan kopi Tarutung sendiri.

Konon, jika menanam Kopi Tarutung di sekitar pohon jeruk, maka hasil buahnya akan memiliki citarasa kopi dan jeruk. Begitu juga dengan tanaman lain. Apabila tumbuh rempah di sekitar Kopi Tarutung, maka kelak kopi yang berbuah akan bercitarasa kopi dan rempah.

Kopi Lintong
Kopi Lintong tumbuh di Kecamatan lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Kopi jenis ini bertekstur lembut dengan aroma yang tajam. Soal rasa, Kopi Lintong memberikan rasa pedas, herbal, rempah, kacang, dan cokelat dalam satu waktu.

Seperti kopi jenis lainnya, Kopi Lintong juga sudah mendunia dan memiliki penikmatnya sendiri. Di pasar internasional, Kopi Lintong dijual dengan merk beragam, seperti Sumatra Blue Lintong, Blue Batak, Sumatra Lintong Mandheling, dan lain-lain.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore