Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 September 2017 | 12.52 WIB

Gumebyar Pesona Gunung Kawi 2017 Jadi Ikon Wisata 1 Suro

Pesona Gunung Kawi - Image

Pesona Gunung Kawi

JawaPos.com -  Even Gumebyar Pesona Gunung Kawi 2017 yang berlangsung pada 19 - 21 September, bakal menjadi sejarah baru kemunculan seni tari dan kuliner yang bakal menjadi ciri dan ikon seni tari Gunung Kawi.


Pasalnya, even yang akan digelar di kawasan Gunung Kawi, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari itu, bakal menggelar lomba cipta tari khas Gunung Kawi. ‘’Diharapkan dari lomba itu, akan tercipta  tari khas bernafaskan kultur masyarakat Gunung Kawi,’’ kata Made Arya Wedhantara, Kadisparbud Kabupaten Malang, Minggu (17/9).


Lantaran begitu seriusnya dan penting penanda kesenian  tari khas Gunung Kawi itu, Disparbud Kabupaten Malang sampai mengundang maestro tari nusantara, Didik Nini Thowok. Kehadiran Didik ini selain sebagai juri utama, juga untuk memberikan arahan khusus kepada pemenang tari.  


Diharapkan dengan kepiawian Didik sebagai maestro berbagai jenis tari tradisional nusantara dan kontemporer, bakal didapatkan tarian khas Gunung Kawi. ‘’Dengan kemampuannya yang tak diragukan lagi, saya berharap Mas Didik mampu memberikan arahan dan polesan khusus seperti apa tari khas Gunung Kawi itu,’’ ujar Made, menambahkan.



Gawe Pemkab Malang ini bisa dipastikan bakal disaksikan ribuan wisatawan yang datang dari berbagai penjuru nusantara. Pasalnya, setiap 1 Suro, ribuan pengunjung dari berbagai suku dan agama, selalu  memadati kawasan makam Kyai Zakaria atau dikenal dengan Eyang Junggo dan makam Imam Soedjono.  



Karena pada 1 Suro atau 1 Muharam ini akan diadakan ritual suci di Gunung Kawi. Berupa arak-arakan kirab sesaji untuk keselamatan masyarakat Kabupaten Malang khususnya. ‘’Di sela-sela acara tersebut, kami mengisinya dengan Gumebyar Pesona Gunung Kawi,’’ kata Made.



Upaya Disparbud Kabupaten Malang untuk mencari tari khas bernafaskan kultur masyarakat Gunung Kawi tampaknya patut diacungi jempol. Pasalnya, Kabupaten Malang kini telah ditunjuk Kemenpar sebagai kantor pusat Badan Otorita Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS). Sehingga dengan memiliki seni tari khas Gunung Kawi, makin memperkokoh Kabupaten Malang sebagai wilayah penyanggah utama kawasan TN BTS.



Selain tari khas Gunung Kawi, penyelenggaran even ini juga untuk mendapatkan kuliner khas Gunung Kawi. Untuk itulah lomba olahan telo   dimaksudkan mencari kuliner khusus khas masyarakat Gunung Kawi. Sehingga ketika para wisatawan berada di Gunung Kawi untuk kesenian akan ditampilkan tarian khas yang memang berasal dari masyarakat Gunung Kawi. Sedangkan kulinernya adalah telo olahan. ‘’Nah tari khas nanti dan kuliner telo itu nanti bakal jadi ikon resmi pada wisata Gunung Kawi,’’ ujar Made.



Ide kreatif untuk mencari cikal bakal tarian khas dan kuliner khas Gunung Kawi ini benar-benar diseriusi Disparbud Kabupaten Malang. Karena bila membawa Topeng Malang, menurut Made, kesenian tari itu  sudah jadi ikon khusus wilayah lain di Malang. Karena itu pihaknya berusaha keras pada acara Gumebyar Pesona Gunung Kawi ini, bakal menghasilkan ide-ide kreatif baru untuk menopang pariwisata di Gunung Kawi. ‘’Saya yakin even ini bakal menemukan tari dan kuliner itu,’’ kata Made optimis.










Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore