
Photo
GUNUNG meletus jadi salah satu bencana yang tidak terlepas dari incaran produsen hoax. Salah satunya kabar yang belakangan menyebar di TikTok. Katanya, Gunung Anak Krakatau meletus pada 17 Juni lalu.
’’Gunung Anak Krakatau BOCOR, muntah besar hari ini #vulcanoeruption #gunungmeletus #berita #news #terkini,’’ tulis akun TikTok @ Kholis beberapa hari lalu. Keterangan dalam gambar juga menyatakan hal serupa.
Bahkan, secara hiperbola, Gunung Anak Krakatau disebut meletus hebat. Meski di kolom komentar akun itu menambahkan keterangan yang menyebut untuk mengecek pada PVMBG. Katanya, video tersebut hanya ilustrasi (bit.ly/MeletusHebatJumat).
Meski begitu, posting-an itu tetap mengandung disinformasi. Sebab, disebutkan keterangan waktu dengan jelas seperti Jumat, 17 Juni 2022. Serta membubuhkan kalimat muntah besar dan meletus hebat.
Berdasar penelusuran, video itu memang terjadi pada Gunung Anak Krakatau. Namun, hal itu terjadi beberapa tahun lalu. Letusan tersebut juga menjadi perhatian internasional. Salah satunya portal berbahasa Spanyol, marca.com, yang terbit 11 April 2020.
Keterangan itu menyebut Gunung Anak Krakatau kembali mengaum dengan kolom abu yang mencapai 500 meter. Para ahli berbicara tentang aktivitas paling kejam sejak 2018, tidak ada korban yang tercatat sejauh ini. Saat ini alarm level 2 dipertahankan, yang kedua pada skala 4. Anda dapat membacanya di bit.ly/LetusanApril2020.
Di sisi lain, akun Twitter resmi milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menyatakan bahwa video itu tak sesuai dengan kondisi erupsi yang terjadi pada 17 Juni 2022 yang sesungguhnya. Akun tersebut juga melabeli video itu hoax.
’’Video erupsi Gunung Anak Krakatau di atas terjadi tahun 2018. Info valid erupsi tanggal 17 Juni 2022 bisa dilihat di Magma Indonesia.’’ Demikian narasi video yang diunggah PVMBG. Anda dapat melihatnya di bit.ly/LetusanHoax.
Akun PVMBG juga mengunggah kabar terbaru situasi Gunung Anak Krakatau. Salah satunya erupsi yang teramati pada 25 Juni 2022. Secara visualisasi, tinggi kolom abu teramati ± 400 m di atas puncak (± 557 m di atas permukaan laut).
’’Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 49 mm dan durasi 30 detik,’’ tulis situs resmi magma.esdm.go.id.
Magma Indonesia tetap mengeluarkan rekomendasi, khususnya bagi masyarakat, wisatawan, bahkan pendaki, agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau. Serta tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif. Anda dapat melihat kondisi terbaru di bit.ly/TerbaruGAK.
FAKTA
Video yang beredar di aplikasi TikTok tidak mencerminkan kondisi terkini Gunung Anak Krakatau. Menurut PVMBG, peristiwa dalam video itu terjadi pada 2018.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
