
Photo
MESKI pencarian korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru telah dihentikan oleh Tim SAR sejak 16 Desember lalu, hoax seputar bencana itu masih berkeliaran di media sosial. Misalnya, video yang satu ini. Katanya, ada balita yang selamat dari APG Gunung Semeru.
”Balita ini selamat Wlo sdh berhari hari tertimbun abu vulkanik semeru,’’ tulis akun Facebook Goyah Lintang pada 17 Desember 2021 (bit.ly/BalitaSelamatSemeru).
Video durasi 30 detik itu memperlihatkan balita yang tubuhnya berlumur lumpur. Termasuk kepala sehingga wajahnya terlihat putih di video tersebut. Balita itu lantas diselamatkan warga, lalu baju yang berlumpur tersebut langsung dilepas.
Saat ditelusuri menggunakan situs padanan gambar, Jawa Pos diarahkan pada beberapa kanal YouTube. Mayoritas mengunggah video itu jauh sebelum bencana alam APG Gunung Semeru pada Sabtu, 4 Desember 2021.
Salah satu yang mengunggah video itu adalah kanal MSB Official pada 18 Oktober 2018. Judul videonya berbunyi, Balita Ditemukan Penuh Lumpur di Palu. Keterangan itu juga menyebut bahwa sebelum balita ditemukan, terdengar suara bayi di Perumnas Balaroa, Palu, pascagempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah.
”Dan pada tanggal 13 oktober 2018 Balita berjenis kelamin perempuan itu ditemukan selamat dengan kondisi badan penuh lumpur di desa Sigi, Sulawesi Tengah pada malam hari,’’ begitu keterangannya. Anda dapat membacanya di bit.ly/BukanSemeru.
Penelusuran lainnya, informasi serupa diunggah oleh akun Twitter milik almarhum Sutopo Purwo Nugroho. Saat itu dia masih menjabat Kapusdatin dan humas BNPB. Dalam penjelasannya, Sutopo mengklarifikasi beberapa informasi yang beredar.
”Tidak benar video yang mengabarkan Korban Palu, Sudah 2 Minggu Terkubur Lumpur Masih Selamat. Video tersebut diambil relawan yang menyelamatkan Ibu dan bayinya yang terseret likuifaksi di Jono Oge di Desa Langaleso pada 28/9/2018 malam setelah kejadian,’’ begitu keterangannya. Anda dapat membacanya di bit.ly/TerseretLikuifaksi.
FAKTA
Balita berlumur lumpur itu terseret likuefaksi pascagempa di Palu, tepatnya di Jono Oge, Desa Langaleso. Bukan korban kejadian awan panas guguran Gunung Semeru.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
