Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 November 2018 | 20.20 WIB

Di Balik Bisnis Akun Palsu Pendakwah

Ilustrasi: bisnis akun palsu pendakwah begitu menjanjikan untuk beragam keuntungan. - Image

Ilustrasi: bisnis akun palsu pendakwah begitu menjanjikan untuk beragam keuntungan.

Di Balik Bisnis Akun Palsu Pendakwah
Ladang Uang, Sulit Terbongkar

Penyebaran hoax atau disinformasi oleh akun-akun yang mengatasnamakan pendakwah makin hari makin meresahkan. Tak sedikit yang teperdaya. Mereka tak sadar sedang menjadi korban dari bisnis ternak akun.


---


"INNALILLAHI.. Detik2 jatuhnya pesawat lion air.." Begitu status yang diunggah akun Facebook Umi Pipik Dian Irawati pada 29 Oktober 2018.


Beberapa saat setelah pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP dinyatakan jatuh di perairan sekitar Karawang. Unggahan status itu disertai video. Bergambar pesawat jatuh.


Di bagian bawah video tersebut ada tulisan, "Detik jatuhnya pesawat Lion Air".


Awalnya, banyak yang memercayai unggahan fan page dengan 1,6 juta liker itu. Banyak yang menyampaikan belasungkawa. Sambil menyelipkan doa untuk para korban. Baru setelah sejumlah pihak, termasuk Jawa Pos, membongkar fakta bahwa video tersebut mengalami disinformasi, banyak netizen yang tersadar. Tak sedikit yang berbalik mengumpat akun Umi Pipik Dian Irawati. Tak ada permintaan maaf dari akun itu. Bahkan, unggahan tersebut belum dihapus.


Ya, memang jangan berharap ada permintaan maaf atau respons dari pemilik akun tersebut. Sebab, akun itu palsu. Bukan milik Umi Pipik Dian Irawati. Mungkin juga akun tersebut tak dikelola manusia secara langsung. Tapi, dijalankan secara otomatisasi lewat tools semacam iMacros. Atau aplikasi-aplikasi pihak ketiga yang berfungsi memanajemeni akun Facebook.


Di kalangan pelaku bisnis internet marketing, akun seperti itu biasa disebut akun ternakan. Sebuah akun yang memang dibuat dan dikembangkan untuk tujuan tertentu.


Nah, disinformasi yang disebarkan akun Umi Pipik Dian Irawati palsu di atas mungkin mudah terbongkar. Sebab, dia menyebarkan hal salah terkait peristiwa besar. Sebuah musibah yang banyak menyita perhatian orang. Namun, bagaimana hoax atau disinformasi yang diproduksi akun-akun sejenis yang tak berkaitan dengan peristiwa besar?


Dalam riset yang dilakukan tim Jawa Pos Clearing House of Information, kasus tersebut kerap tak terbongkar. Akibatnya, sebagian masyarakat meyakini bahwa isi unggahan akun-akun ternakan dengan nama ustad atau ustadah seperti itu sebagai sebuah kebenaran.


Misalnya, unggahan fan page yang mencatut nama Ustadah Oki Setiana Dewi (fb.com/UstadzahOkiSetianadewifanss) berikut ini. Akun itu pada 21 Maret 2018 mengunggah sebuah pesan berisi bahaya-bahaya yang dilakukan seseorang yang sedang haid. Pesan tersebut sebenarnya hanya mitos. Sudah sering diulas sejumlah dokter. Juga telah banyak dipublikasikan media mainstream. Tapi, tetap banyak orang yang belum mengetahuinya.


Nah, oleh pengelola akun Oki Setiana Dewi palsu, mitos itu disebarkan lagi. Banyak orang yang percaya. Hingga tulisan ini dibuat, unggahan itu telah dibagikan hingga 281.943 kali. Sebanyak 157 ribu pengguna Facebook ikut berkomentar. Mayoritas hanya berkomentar, "Amin".


Mungkin banyak orang yang percaya karena pengelola akun tersebut juga menyelipkan foto mengerikan. Sebuah foto pengangkatan kista seberat 33 kg di Meksiko. Tapi, foto itu tak berkaitan dengan mitos yang disebarkan akun Oki Setiana Dewi palsu.


Tim Jawa Pos Clearing House of Information pernah melakukan penelusuran terhadap akun-akun yang mencatut nama-nama ustad atau ustadah. Beberapa di antaranya ternyata terindikasi dikelola oleh orang yang sama. Misalnya, akun Ustad Arifin Ilham (fb.com/ustadzfanss). Akun itu seperti berafiliasi dengan fan page Ustad Riza Muhammad (fb.com/UstadzRiza Muhammadfansss).


Dua akun itu kerap bertukar konten. Saling membagikan (share) konten yang tak jarang berstatus hoax atau disinformasi. Hal yang sama terjadi pada fan page Mamah Dedeh. Pengelola fan page tersebut sepertinya juga menernak fan page Doa Wanita Soleh. Sebuah fan page yang menggunakan foto-foto Pipik Dian Irawati. Koran ini pernah menemukan dua fan page itu saling berbagi konten disinformasi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore