
TIDAK DIREKOMENDASI: Informasi tentang cara pemandangan kebakaran dengan kola. Instansi pemadam kebakaran tidak merekomendasikan kola sebagai alat pemadam api.
JawaPos.com- Entah ada kaitannya dengan kasus kebakaran pabrik mercon di Tangerang atau tidak, tetapi sejak Jumat (27/10) beberapa orang di grup WhatsApp membagikan imbauan tentang pemadaman api. Yakni, menggunakan salah satu merek minuman kola.
Pesan itu disertai sebuah video. Menggambarkan seorang petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan api di sebuah tong dengan sebotol minuman kola. ’’Seorang anggota pemadam kebakaran menganjurkan setiap rumah di permukiman padat selalu menyimpan sebotol Coca-Cola dalam lemari es. Karena bisa membantu keselamatan Anda,’’ buka pesan tersebut.
Dalam pesan itu juga dikatakan bahwa sebotol kola mampu membantu tindakan pertama untuk mencegah merambatnya api ke tempat lain. ’’Daripada membuang waktu dengan bolak-balik mengambil air menggunakan ember untuk memadamkan api, segera ambil simpanan cola Anda,’’ tulis pesan tersebut.
Pesan itu pun dilengkapi tata cara penggunaan kola sebagai alat pemadaman api. Caranya, botol kola dibuka. Kemudian tutup dengan jari dan kocok-kocok lebih dulu. Selanjutnya, arahkan botol ke kobaran api. Tutorial tersebut mirip adegan selebrasi pembalap motor di atas podium ketika memenangi perlombaan.
Menurut pesan itu, dengan penerapan cara tersebut, kobaran api bisa cepat dikuasai. Entah pesan itu mendukung merek minuman kola tertentu atau tidak. Yang pasti, sepanjang kalimat, si pembuat pesan hanya menyebut sebuah merek kola.
Pesan tersebut tidak sepenuhnya benar. Video yang disebarkan itu ternyata berasal dari Tiongkok. Portal berita Tiongkok berbahasa Inggris ECNS.com pernah mengulas video tersebut. Video itu diambil saat pemadam kebakaran melakukan demonstrasi pemadaman api dengan kola. Tepatnya di Kota Zhoushan, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Bagian Timur, pada 26 Mei 2016.
Dikutip dari ECNS.com, api dalam tong akhirnya bisa dipadamkan. Namun, tim pemadam kebakaran itu tidak merekomendasikan pengendalian pemadaman api dengan kola. Terlebih untuk pemadaman api yang membakar produk minyak.
Jawa Pos juga berupaya mendalami penggunaan kola untuk pemadaman dari sisi kimiawi. Ketua Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono menyatakan bahwa kola bisa memadamkan api karena tekanan air berkarbonasi yang keluar setelah kola dikocok. ’’Air menyembur dengan deras dan partikel-partikel yang lebih kecil membuat luas permukaan semburan air menjadi besar. Menghalangi kontak oksigen dengan api,’’ jelas Agus.
Tetapi, hal tersebut tidak hanya berlaku pada coke atau minuman kola. ’’Bisa terjadi pada semua air berkarbonasi,’’ tuturnya. Termasuk air putih yang dikarbonasi.
Jawa Pos juga menemukan diskusi soal kola untuk pemadaman api di situs berbagi ilmu pengetahuan, Quora.com. Di sana mayoritas pendapat sama dengan yang diungkapkan Agus. Yaitu, api bisa padam dengan kola bukan karena merek atau jenis minumannya. Melainkan karena kandungan soda.
Seorang penguna Quora bernama Mark Hunter menjelaskan, pemadaman dengan kola bisa dilakukan pada api yang kecil dan harus hati-hati. Sebab, dia pernah menyemprotkan minuman bersoda pada api. Namun, uapnya malah tersambar. ’’Jadi, penggunaannya juga jangan dari jarak dekat,’’ kata Mark yang mengaku sebagai operator 911 dan relawan pemadam kebakaran di Indiana, Amerika Serikat.
Kabid Operasional Dinas Kebakaran Surabaya Bambang Vistadi juga tidak menyarankan kola sebagai alat pemadaman api. ’’Itu hanya bisa dilakukan orang yang terlatih saja,’’ ujarnya.
Jadi, Anda jangan percaya begitu saja ya. Jangan juga bergantung pada sebuah botol kola sebagai alat pemadaman api. Kalau punya rezeki, sebaiknya Anda beli tabung pemadam saja. Lalu, Anda bisa simpan kolanya untuk Lebaran tahun depan. Tentu kalau belum kedaluwarsa.
FAKTA
Instansi pemadam kebakaran tidak merekomendasikan kola sebagai alat pemadam api. Kola bisa dimanfaatkan, tetapi oleh orang yang terlatih saja.

Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Libatkan Eks Camat Pakal, DPRD Surabaya Desak Pengawasan ASN Diperketat
Kecewa Berat! Francisco Rivera Ungkap Kondisi Ruang Ganti Persebaya Surabaya Usai Kalah dari Madura United
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
Kick-off Sempat Dimajukan! Ini Jadwal Resmi Persib Bandung vs Arema FC di GBLA
Tak Ada Timnas Indonesia U-17! Klasemen Runner-up Terbaik Piala AFF U-17 2026 Usai Thailand Dikalahkan Laos
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
