
Kabar hoax yang mencatut nama Erdogan
JawaPos.com- Polemik terbaliknya gambar bendera Indonesia dalam buku SEA Games 2017 di Kuala Lumpur terus menjadi bahan penyebaran hoax. Kali ini muncul kabar bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ikut berkomentar terkait hal tersebut.
Situs rakyatsumatera.online merupakan salah satu pembuat penyebar tulisan soal statement Erdogan. Dalam tulisan itu, Erdogan disebut-sebut menyerukan agar Malaysia dan Indonesia hidup rukun sebagai saudara serumpun. Terlebih dua negara tersebut adalah pilar negara muslim di kawasan Asia Tenggara.
’’Indonesia, Malaysia, dan Brunei adalah tiga negara yang penduduknya mayoritas muslim di Asia Tenggara, yang masuk bidikan Amerika dan sekutunya. Kaum kafir seperti mereka akan melakukan segala cara demi mencapai cita-cita,’’ tegas Erdogan sebagaimana ditulis Rakyat Sumatera.
Erdogan lantas mengimbau agar insiden bendera terbalik diselesaikan secara kekeluargaan. ”Jangan sampai kalian menjadi seperti negara-negara Arab yang kini mudah diadu domba Amerika dan kroni-kroninya. Ingat, pangkalan militer Amerika sudah mengepung kalian,’’ sambung Erdogan.
Bukan hanya situs Rakyat Sumatera, informasi yang sama banyak tersebar melalui video-video di YouTube. Bahkan, ada yang sudah ditonton jutaan orang.
Pesan Erdogan tersebut sebenarnya baik. Menyerukan soal kerukunan. Sayang, pesan itu palsu. Tak ada statement Erdogan yang menyatakan seperti itu. Bahkan, dalam video-video yang beredar di YouTube, juga tidak ada statement langsung dari Erdogan. Yang ada hanyalah narasi dan slideshow foto-foto Erdogan. Dari hasil penelusuran lewat mesin pencarian, tidak ada statement seperti itu dari Erdogan. Baik dengan bahasa Inggris maupun bahasa Turki.
Jawa Pos juga meminta bantuan sejumlah mahasiswa asal Indonesia yang menempuh studi di Turki untuk menelusuri informasi tersebut. ”Sudah saya cek ke teman-teman di sana, tidak ada media Turki yang memuat berita itu,” ujar Bernando J. Sujibto. Dia merupakan peneliti kebudayaan Turki yang meraih gelar master dari Selcuk University. Juga salah seorang yang menginisiatori lahirnya Turkish Spirit, media publikasi online pelajar dan mahasiswa Indonesia di Turki.
Jawa Pos juga mengonfirmasi hal itu ke Kementerian Luar Negeri. Jubir Kemenlu Arrmanatha Nasir mengaku tidak tahu sumber yang digunakan Rakyat Sumatera itu berasal dari mana. ”Saya tidak menemukan statement seperti itu,” ujar pria yang akrab disapa Tata tersebut.
Hoax seputar SEA Games memang terus bermunculan. Tak hanya disebarkan akun-akun dari Indonesia, Jawa Pos juga menemukan hoax yang disebarkan akun yang mengatasnamakan Malaysia. Yakni, akun Twitter @MY_footballliga. Pada 24 Agustus 2017 pukul 16.55, akun itu menyebarkan kabar bahwa tiket semifinal sepak bola Malaysia versus Indonesia hampir habis terjual. Bahkan, 75 persennya diborong warga Indonesia.
Informasi tersebut jelas hoax. Wartawan Jawa Pos yang melakukan peliputan langsung SEA Games, Nuris Andi Prastiyo, mengatakan bahwa jatah tiket untuk Indonesia hanya 10 ribu dari total kapasitas Stadion Shah Alam 80 ribu penonton. Apa yang disampaikan Nuris memang tergambar dari tayangan langsung semifinal yang berlangsung Sabtu malam (27/8).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
