Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Agustus 2017 | 00.49 WIB

Pesan Damai Catut Nama Erdogan

Kabar hoax yang mencatut nama Erdogan - Image

Kabar hoax yang mencatut nama Erdogan

JawaPos.com- Polemik terbaliknya gambar bendera Indonesia dalam buku SEA Games 2017 di Kuala Lumpur terus menjadi bahan penyebaran hoax. Kali ini muncul kabar bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ikut berkomentar terkait hal tersebut.


Situs rakyatsumatera.online merupakan salah satu pembuat penyebar tulisan soal statement Erdogan. Dalam tulisan itu, Erdogan disebut-sebut menyerukan agar Malaysia dan Indonesia hidup rukun sebagai saudara serumpun. Terlebih dua negara tersebut adalah pilar negara muslim di kawasan Asia Tenggara.


’’Indonesia, Malaysia, dan Brunei adalah tiga negara yang penduduknya mayoritas muslim di Asia Tenggara, yang masuk bidikan Amerika dan sekutunya. Kaum kafir seperti mereka akan melakukan segala cara demi mencapai cita-cita,’’ tegas Erdogan sebagaimana ditulis Rakyat Sumatera.


Erdogan lantas mengimbau agar insiden bendera terbalik diselesaikan secara kekeluargaan. ”Jangan sampai kalian menjadi seperti negara-negara Arab yang kini mudah diadu domba Amerika dan kroni-kroninya. Ingat, pangkalan militer Amerika sudah mengepung kalian,’’ sambung Erdogan.


Bukan hanya situs Rakyat Sumatera, informasi yang sama banyak tersebar melalui video-video di YouTube. Bahkan, ada yang sudah ditonton jutaan orang.


Pesan Erdogan tersebut sebenarnya baik. Menyerukan soal kerukunan. Sayang, pesan itu palsu. Tak ada statement Erdogan yang menyatakan seperti itu. Bahkan, dalam video-video yang beredar di YouTube, juga tidak ada statement langsung dari Erdogan. Yang ada hanyalah narasi dan slideshow foto-foto Erdogan. Dari hasil penelusuran lewat mesin pencarian, tidak ada statement seperti itu dari Erdogan. Baik dengan bahasa Inggris maupun bahasa Turki.


Jawa Pos juga meminta bantuan sejumlah mahasiswa asal Indonesia yang menempuh studi di Turki untuk menelusuri informasi tersebut. ”Sudah saya cek ke teman-teman di sana, tidak ada media Turki yang memuat berita itu,” ujar Bernando J. Sujibto. Dia merupakan peneliti kebudayaan Turki yang meraih gelar master dari Selcuk University. Juga salah seorang yang menginisiatori lahirnya Turkish Spirit, media publikasi online pelajar dan mahasiswa Indonesia di Turki.


Jawa Pos juga mengonfirmasi hal itu ke Kementerian Luar Negeri. Jubir Kemenlu Arrmanatha Nasir mengaku tidak tahu sumber yang digunakan Rakyat Sumatera itu berasal dari mana. ”Saya tidak menemukan statement seperti itu,” ujar pria yang akrab disapa Tata tersebut.


Hoax seputar SEA Games memang terus bermunculan. Tak hanya disebarkan akun-akun dari Indonesia, Jawa Pos juga menemukan hoax yang disebarkan akun yang mengatasnamakan Malaysia. Yakni, akun Twitter @MY_footballliga. Pada 24 Agustus 2017 pukul 16.55, akun itu menyebarkan kabar bahwa tiket semifinal sepak bola Malaysia versus Indonesia hampir habis terjual. Bahkan, 75 persennya diborong warga Indonesia.


Informasi tersebut jelas hoax. Wartawan Jawa Pos yang melakukan peliputan langsung SEA Games, Nuris Andi Prastiyo, mengatakan bahwa jatah tiket untuk Indonesia hanya 10 ribu dari total kapasitas Stadion Shah Alam 80 ribu penonton. Apa yang disampaikan Nuris memang tergambar dari tayangan langsung semifinal yang berlangsung Sabtu malam (27/8).

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore