Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 April 2018 | 21.05 WIB

Kampung Perempuan di Ngawi Ternyata Cuma Mitos Dunia Maya

Gerbang masuk Desa Dumplengan yang diyakini menjadi akses menuju Desa Wadon, Ngawi - Image

Gerbang masuk Desa Dumplengan yang diyakini menjadi akses menuju Desa Wadon, Ngawi

JawaPos.com - Jika anda berselancar di dunia maya, mencari perkampungan yang hanya berisi perempuan muncullah nama "Kampung Wadon". Dalam bahasa Jawa, wadon adalah perempuan. Sekumpulan artikel itu akan menyebut bila lokasinya berada di Ngawi, Jawa Timur. Dari artikel itu, istilah kampung wadon disematkan lantaran seisi penghuninya adalah perempuan.



Mayoritas artikel-artikel tersebut menyebutkan bila kampung Wadon terletak di Kecamatan Pitu, Ngawi. Tidak dijelaskan secara detail di mana lokasi persisnya. Termasuk, kabupaten maupun patokan untuk bisa mengunjungi kampung tersebut.



Diceritakan, konon seluruh penghuni desa itu seluruhnya perempuan karena mereka menganggap kehadiran lelaki bakal membawa kesialan. Untuk lebih meyakinkan, artikel tersebut mencatut nama sesepuh desa yang menceritakan bagaimana keseharian penduduk di sana. Entah siapa yang memulai. Yang jelas, cerita itu lantas menjadi viral dan muncul berbagai artikel di media online.



Selain itu, juga dicantumkan foto-foto perempuan, baik lansia maupun perempuan-perempuan muda. Latar belakangnya mereka sedang bercocok tanam, seolah gambar itu diambil dari itulah mereka mendapatkan penghasilan.



Faktanya, tidak ada orang Ngawi yang benar-benar tahu keberadaan kampung Wadon. JawaPos.com mencoba menelusuri keberadaan kampung wadon, Kamis (19/4). Pertama, jelas, merujuk pada artikel yang banyak beredar. JawaPos.com lantas mencari informasi di Kecamatan Pitu. Camat Pitu Slamet Sumarno lantas mengarahkan untuk datang ke Desa Dumplengan.



Saat ditanya, warga di sana tidak pernah mendengar soal kampung wadon. JawaPos.com lantas bertemu dengan Kepala Desa Dumplengan Sri Wahyuni. Perempuan berusia 49 tahun itu langsung tersenyum saat ditanya perihal kampung Wadon. Seolah udah paham apa yang hendak dicari. "Setahun belakangan banyak tamu yang ke sini menanyakan desa Wadon itu. Nggak ada desa itu," ungkap Sri.



Dia lalu menceritakan panjang lebar menanggapi artikel yang banyak beredar di jagat maya tersebut. Sepengetahuannya, dahulu memang ada sebuah perkampungan di desa Dumplengan yang lokasinya terpencil berada di tengah hutan dan perkebunan. Sama sekali tidak ada listrik. Lokasinya berbatasan dengan Kabupaten Blora, Jawa Tengah.



Dari Balai Desa, jaraknya sekitar 17 km. Untuk mencapainya hanya bisa dengan motor trail atau jalan kaki. Lokasinya berada di Dusun Jurug. "Tepatnya di Watu Pawon, itu nama anak dusun. Tapi penghuninya nggak perempuan tok, ada laki-lakinya juga," tambah Sri.



Sekitar tujuh tahun lalu, Watu Pawon sudah tidak berpenghuni. Para warganya sudah ikut keluarganya pindah. "Rumah-rumah di sana sudah dirobohkan. Sekarang jadi ladang tebu, luasnya kurang lebih 4 hektar," lanjut perempuan yang menjabat sebagai Kades sejak 2014 tersebut.



Sri menegaskan, warga di Desa Dumplengan maupun se-kecamatan Pitu sendiri tidak pernah menyebut lokasi tersebut sebagai kampung Wadon. Sebab, mereka tahu bahwa tetap ada laki-laki yang tinggal di Watu Pawon. Meskipun memang, mayoritas penghuninya adalah perempuan.



Makanya, Sri juga heran dengan banyaknya artikel yang mengulas seputar kampung Wadon. "Saya ini tahunya juga dari internet. Saya lihat foto-fotonya itu kok bukan seperti di sini. Saya juga nggak kenal sama orang-orang di foto itu, wong saya hafal sama warga sini," tutur perempuan dengan dua orang anak tersebut.



Sejak kabar kampung wadon itu menyebar di dunia maya, banyak yang mendatangi desa Dumplengan. Terutama para mahasiswa yang penasaran dan ingin meneliti soal kampung wadon.



Sri mengatakan, kebanyakan mahasiswa datang dari jauh. "Ada anak UI, Bogor, Solo. Saya sampai lupa nama-nama kampusnya. Ya rata-rata setelah datang ke sini kecele," terangnya

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore