
Photo
BENCANA alam seperti gempa Cianjur dijadikan cantolan para pembuat hoax. Mereka mengait-ngaitkan bencana alam lain dengan gempa yang membuat ribuan rumah hancur tersebut. Misalnya video yang tersebar di TikTok.
”YA Allah. Lindungilah keluarga dan sanak saudara kami di Cianjur. #prayforcianjur #gempabumihariini #cianjur,” bunyi keterangan akun TikTok Lusiwdya. Video pendek itu beredar sejak 23 November hingga kemarin (24/11).
Video pendek tersebut memperlihatkan rekaman sebuah bukit perlahan ambruk. Masing-masing sisi bukit longsor, bahkan ambrol dengan tingkat keparahan yang fatal. Hingga membuat jalan umum terputus.
”Innalilahi ya Allah ini katanya. Gempa susulan di cianjur siang tadi.” Begitu keterangannya. Kondisi tersebut diklaim terjadi di Cianjur, Jawa Barat, setelah gempa melanda kawasan itu pada 21 November 2022 (s.id/LongsorCianjur).
Sejak awal, setelah bencana melanda Cianjur dengan magnitudo 5,6 SR, banyak kabar palsu yang muncul. Termasuk akun TikTok Lusiwdya tersebut. Berdasar penelusuran dengan situs padanan gambar terbukti bahwa rekaman amatir bukit longsor itu bukan di Cianjur.
Penggalan tangkapan gambar video tersebut diunggah oleh portal republicworld.com pada 31 Juli 2021. Judul pada video itu mencantumkan lokasi di Himachal Pradesh, sebuah negara bagian di utara India.
Dikabarkan, dalam situs tersebut jalan yang longsor itu berada di dekat Kota Nahan. Wilayah itu telah hancur karena hujan deras yang menyebabkan banyak tanah longsor dan banjir bandang.
Pejabat setempat mengatakan, jalan tersebut menghubungkan dua titik yang disebut Paonta Sahib dan Shillai-Hatkori. Akibatnya, National Highway 707 diblokir. Polisi ditempatkan di titik masuk untuk memperingatkan orang agar mencari alternatif lain. Anda dapat melihatnya di s.id/DiIndia2021.
Sementara itu, seusai gempa Cianjur juga diikuti bencana tanah longsor. Menurut Radar Cianjur (Jawa Pos Group), salah satu titik tanah longsor ada di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, yang juga menelan korban jiwa. Sebelum itu, BMKG juga telah menyampaikan untuk mewaspadai bencana susulan, yakni tanah longsor dan banjir bandang.
Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, lereng-lereng yang rapuh, ditambah hujan deras, dapat memicu tanah longsor dan banjir bandang dengan membawa material runtuhan lereng.
”Jadi, masyarakat dan pemerintah setempat juga perlu mewaspadai adanya collateral hazard atau bahaya ikutan seusai gempa kemarin,” jelasnya. Anda dapat membacanya di s.id/PeringatanBMKG.
FAKTA
Video bukit longsor yang diunggah akun TikTok Lusiwdya itu berada di wilayah Himachal Pradesh, India, pada 2021.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
