Ilustrasi: Banyak beredar hoaks terkait pengungsi Rohingya.
JawaPos.com - Belakangan ini, jagat media sosial (medsos) bikin resah warganet dengan ramai memperbincangkan konten terkait pengungsi Rohingya. Unggahan tersebut berisi klaim bahwa pengungsi Rohingya sengaja dikirim ke Indonesia agar teralihkan perhatiannya dari konflik Israel-Palestina yang masih berlangsung.
Berdasarkan hasil penelusuran Tim AIS Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), ditemukan fakta bahwa klaim pengungsi Rohingya sengaja dikirim ke Indonesia agar teralihkan dari isu Palestina tidak benar.
Faktor penyebab pengungsi Rohingya melarikan diri ke Malaysia dan Indonesia adalah karena ketiadaan mata pencaharian yang layak, geng kriminal, dan afiliasi dari kelompok bersenjata juga menimbulkan ketakutan bagi para pengungsi yang tinggal di kamp pengungsian Cox's Bazar, Bangladesh, serta pemotongan jatah makanan pengungsi pada awal 2023 oleh Program Pangan Dunia (WFP).
Sebelumnya, masih terkait pengungsi Rohingya, beredar unggahan video di media sosial TikTok dan Facebook dengan informasi pengungsi Rohingya merusak rumah susun (rusun) Jemundo di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.
Dalam konten itu ada narasi "PENGUNGSI ROHINGYA NGAMUK!! MASIH MAU DITAMPUNG?? Listrik Padam Pengungsi Rohingya Ngamuk di Rusun Sidoarjo".
Klaim tersebut ternyata keliru. Fakta ini diperkuat dengan adanya laporan, perusakan tersebut tidak dilakukan oleh pengungsi Rohingya, melainkan pengungsi dari negara lain. Kepala Sub Ketertiban Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Surabaya Wahyu Tri Wibowo menyatakan selama ini pengungsi Rohingya cukup kooperatif dengan Pemerintah Indonesia.
Adapun perusakan itu sendiri disebabkan pemadaman listrik yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) sejak 8 Desember 2023 lalu. Sampai terakhir pada Rabu (3/1), terdapat beberapa laporan isu disinformasi dan misinformasi yang telah diidentifikasi yakni hoaks terkait pengungsi Rohingya sengaja dikirim ke Indonesia untuk alihkan isu Palestina.
Kemudian ada juga hoaks kmbak mirip tsunami menyapu bersih tempat wisata.
Akun Instagram Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang tawarkan giveaway juga ternyata hoaks. Kemudian, RSUD Sumedang runtuh akibat gempa bumi dan video jalan Cadas Pangeran longsor juga terbukti tidak benar.