
Potret Peneliti Bakteri Wolbachia dan Demam Berdarah dari Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan keperawatan
JawaPos.com - Penerimaan inovasi nyamuk Wolbachia kembali mengalami hambatan usai beredarnya kabar bahwa nyamuk tersebut dapat menyebabkan radang otak terutama pada anak-anak dan lansia.
Berita hoax itu menyebar dengan cepat setelah adanya unggahan Facebook salah satu warganet yang menjelaskan bahwa nyamuk Wolbachia berbahaya, terutama pada anak-anak dan juga lansia karena bisa menyebabkan radang otak.
Dikutip JawaPos.com dari Antara, narasi dalam unggahan tersebut yakni, “Ada yang tahu nyamuk Wolbachia?
Kalo belum tahu bahaya, bisa menyebabkan radang otak pada anak dan lansia,bukan nyamuk asli tapi sengaja disebar untuk ya sudahlah, coba Cari di youtube”.
Beredarnya berita tersebut tentu membuat semakin banyak masyarakat merasa takut dan akhirnya berbondong-bondong menolak penyebaran nyamuk Wolbachia di daerahnya.
Hal itu tentu saja dapat menghambat Penyelenggaraan Pilot Project Implementasi Wolbachia sebagai Inovasi Penanggulangan Dengue yang sudah diatur melalui Surat Keputusan Menteri kesehatan RI Nomor 1341.
Padahal, sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah berencana untuk menyebar nyamuk Wolbachia ini di lima kota Indonesia yakni Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang, dan Kupang.
Tujuan penyebaran nyamuk Wolbachia ini bertujuan untuk menekan penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Namun, dalam pelaksanaannya masih mendapat banyak penolakan dari masyarakat, bahkan pimpinan daerahnya.
Salah satunya dengan maraknya kabar mengenai nyamuk Wolbachia yang disebut-sebut dapat menyebabkan radang otak terutama pada anak-anak dan lansia ini.
Namun, apakah nyamuk Wolbachia memang dapat menyebabkan radang otak pada anak-anak dan lansia?
Hal tersebut sebelumnya sudah beberapa kali dibahas oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu, dengan mengatakan bahwa penyebaran nyamuk ber-wolbachia dipastikan aman.
Kemudian terkait Wolbachia menyebabkan radang otak, dikutip JawaPos.com dari Antara, Peneliti dari Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Prof Dr Adi Utarini MSc MPH PhD juga mengatakan dengan tegas bahwa tidak ada kaitan antara radang otak Japanese Encephalitis dengan teknologi Wolbachia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
