Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Juli 2017 | 18.36 WIB

Jawa Pos Juga Diserang Hoax

ASLI: Tampilan asli halaman depan Jawa Pos terbitan Selasa 18 Juli. - Image

ASLI: Tampilan asli halaman depan Jawa Pos terbitan Selasa 18 Juli.


JawaPos.com- Cuplikan gambar berisi pesan hoax tentang ISIS di halaman utama Jawa Pos edisi 18 Juli 2017 sedang viral. Potongan gambar koran itu kini tersebar di grup-grup media sosial. Mulai dari Jakarta hingga Jatim. Penyebar pesan sengaja menyajikan gambar tidak utuh dan tidak memberikan keterangan apa pun. Akibatnya, foto itu memicu pertanyaan. Apakah Jawa Pos menyebarkan informasi hoax tentang ISIS dan PKI?



Hingga kemarin pertanyaan seperti itu banyak masuk ke redaksi. Gambar yang disebar di media sosial itu memang hanya berisi pesan berantai palsu dengan tulisan brand Jawa Pos. Isi pesan berantainya, ISIS (organisasi Negara Islam, Iraq, dan Syria) menyebarkan virus AIDS door-to-door. Mereka menyamar sebagai mahasiswa dari fakultas kedokteran yang memberikan tes gula darah secara gratis kepada masyarakat. Jarum yang digunakan untuk tes gula darah itulah yang disebut sudah terkontaminasi virus mematikan.



Sekali lagi, potongan gambar tersebut disebarkan secara tidak utuh. Jika ditampilkan lebih lengkap, terdapat keterangan di sebelah kanan cuplikan pesan hoax itu. Isinya, ”Hoax atau Bukan, Dokter ISIS dan PKI Sebarkan AIDS”.



Gambar itu ditampilkan di halaman depan sebagai indeks yang merujuk halaman 2 rubrik Jawa Pos House Clearing of Information. Rubrik tersebut bertujuan untuk mengklarifikasi pesan berantai yang tersebar melalui media sosial dan meresahkan masyarakat. Dari rubrik tersebut terungkap bahwa banyak pesan yang sudah tersebar ternyata palsu.



Penyebaran gambar tersebut memantik banyak reaksi. Ada yang menyebut bahwa penyebaran gambar itu merupakan upaya para pembuat berita hoax untuk mendiskreditkan Jawa Pos karena konsisten meluruskan berita palsu. Akibatnya, ”jualan” berita palsu mereka tidak selaris dulu. ”Ini bukti betapa jahatnya pembuat berita hoax. Informasi hoax yang terklarifikasi saja di-hoax-an lagi,” ucap Sutanto, warga Sukomanunggal, Surabaya, dalam pesan tertulisnya. 


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore