
KARENA COPAS: Penjelasan Darianto soal asal usul status hoaz tentang patung Jenderal Soedirman.
JawaPos.com- Apa yang dilakukan Darianto dengan mem-posting status tentang Patung Jenderal Soedirman mungkin bisa menjadi pelajaran bersama. Harus lebih berhati-hati. Tidak asal menyebarkan status seseorang. Apalagi sekadar copas (copy-paste).
Posting-an Darianto memang bukan murni dari dirinya. Dia mengaku copy paste dari status seseorang bernama Faza Ramadhan. ”Waktu itu, saya langsung copy paste. Sayangnya, tidak sempat saya screenshot status yang dia tulis,” ujarnya.
Darianto mengaku tak berniat menyebarkan hoax. Dia awalnya berharap posting-an tersebut bisa membantu menyelesaikan masalah terkait informasi bahwa Patung Jenderal Soedirman tidak mendapatkan izin penempatan.
”Karena membawa nama TNI, saya pikir posting-an itu benar. Saya ikut mem-posting dengan harapan jika tidak mendapatkan izin agar dipermudah izinnya,” ujar pria yang juga anggota TNI itu. Darianto pun tak mengira statusnya akan viral.
Darianto sempat pusing karena ditelepon Aster KSAD. ”Setelah saya jelaskan dan luruskan, beliau maklum. Saya menyesal dan pusing atas kejadian itu. Sempat tidak enak makan dan tidur,” ujarnya kepada Jawa Pos.
Nah, setelah posting-an Darianto viral dan dilabeli hoax oleh Puspen TNI, Faza Ramadhan justru menutup diri. Akun Facebook-nya dibuat sedemikian rupa pada setting-an privasinya. Termasuk sudah tidak bisa lagi di-add friend (atau diajak berteman). Status terkait Jenderal Soedirman pun telah dihapus.
”Saya sempat hubungi dia untuk menanyakan status itu, eh tapi tidak dibalas,” ujarnya. Dari capture gambar yang dikirim Darianto ke Jawa Pos, dia memang terlihat pernah mengirimkan pesan kepada Faza pada 9 Agustus lalu.
Darianto memang tidak sempat meng-capture status Faza soal Jenderal Soedirman. Tapi, dia sempat meng-capture detail informasi mengenai sosok Faza. Capture itu dikirim kepada wartawan Jawa Pos. Sebelum setting-an privasinya diubah, Faza menyebut dirinya anggota Muslim Cyber Army. Bekerja di PT Dharma Anugerah Indah Surabaya. Tapi, tinggal di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.
Darianto mengaku menyesal dengan posting-an Facebook-nya. ”Ini jadi pengalaman terburuk saya di medsos. Orang jadi mengira saya yang buat status tersebut,” ujarnya.
Apa yang menimpa Darianto bisa menjadi pelajaran bersama. Setidaknya untuk tidak mudah membagikan status orang lain. Apalagi copy paste.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
