Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Agustus 2017 | 05.18 WIB

Tak Enak Tidur gara-gara Copas

KARENA COPAS: Penjelasan Darianto soal asal usul status hoaz tentang patung Jenderal Soedirman. - Image

KARENA COPAS: Penjelasan Darianto soal asal usul status hoaz tentang patung Jenderal Soedirman.

JawaPos.com- Apa yang dilakukan Darianto dengan mem-posting status tentang Patung Jenderal Soedirman mungkin bisa menjadi pelajaran bersama. Harus lebih berhati-hati. Tidak asal menyebarkan status seseorang. Apalagi sekadar copas (copy-paste).


Posting-an Darianto memang bukan murni dari dirinya. Dia mengaku copy paste dari status seseorang bernama Faza Ramadhan. ”Waktu itu, saya langsung copy paste. Sayangnya, tidak sempat saya screenshot status yang dia tulis,” ujarnya.


Darianto mengaku tak berniat menyebarkan hoax. Dia awalnya berharap posting-an tersebut bisa membantu menyelesaikan masalah terkait informasi bahwa Patung Jenderal Soedirman tidak mendapatkan izin penempatan.


”Karena membawa nama TNI, saya pikir posting-an itu benar. Saya ikut mem-posting dengan harapan jika tidak mendapatkan izin agar dipermudah izinnya,” ujar pria yang juga anggota TNI itu. Darianto pun tak mengira statusnya akan viral.


Darianto sempat pusing karena ditelepon Aster KSAD. ”Setelah saya jelaskan dan luruskan, beliau maklum. Saya menyesal dan pusing atas kejadian itu. Sempat tidak enak makan dan tidur,” ujarnya kepada Jawa Pos.


Nah, setelah posting-an Darianto viral dan dilabeli hoax oleh Puspen TNI, Faza Ramadhan justru menutup diri. Akun Facebook-nya dibuat sedemikian rupa pada setting-an privasinya. Termasuk sudah tidak bisa lagi di-add friend (atau diajak berteman). Status terkait Jenderal Soedirman pun telah dihapus.


”Saya sempat hubungi dia untuk menanyakan status itu, eh tapi tidak dibalas,” ujarnya. Dari capture gambar yang dikirim Darianto ke Jawa Pos, dia memang terlihat pernah mengirimkan pesan kepada Faza pada 9 Agustus lalu.


Darianto memang tidak sempat meng-capture status Faza soal Jenderal Soedirman. Tapi, dia sempat meng-capture detail informasi mengenai sosok Faza. Capture itu dikirim kepada wartawan Jawa Pos. Sebelum setting-an privasinya diubah, Faza menyebut dirinya anggota Muslim Cyber Army. Bekerja di PT Dharma Anugerah Indah Surabaya. Tapi, tinggal di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.


Darianto mengaku menyesal dengan posting-an Facebook-nya. ”Ini jadi pengalaman terburuk saya di medsos. Orang jadi mengira saya yang buat status tersebut,” ujarnya.


Apa yang menimpa Darianto bisa menjadi pelajaran bersama. Setidaknya untuk tidak mudah membagikan status orang lain. Apalagi copy paste.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore