
Hoax lama tentang penculikan muncul lagi.
JawaPos.com- Buka hanya perasaan cinta yang bisa kembali bersemi. Kabar palsu pun demikian. Misalnya tiga hari lalu (8/8), berita tentang penculikan anak tiba-tiba sudah marak menghiasi media sosial (medsos). Lengkap dengan gambar yang dimuat ulang seperti sebelumnya. Ibu-ibu pun jadi heboh.
Kabar tersebut sebenarnya hanya salinan dari hoax lama yang pernah beredar. Yaitu kabar temuan enam anak di atas truk pengangkut ayam yang dihentikan di Bukit Kayu Hitam. Daerah tersebut merupakan perbatasan Malaysia dengan Thailand.
Broadcast kala itu menyebutkan, tiga di antara enam anak tidak bisa berbicara lagi. Pembuat pesan palsu itu menyebut mereka disuntik bius dan akan dijual ke Thailand. Di negeri tersebut, anak-anak itu akan dibunuh dan organ mereka diambil. Anak-anak itu bahkan sudah dibungkus rapi di dalam kardus.
Penyebar hoax menyertakan tiga gambar anak yang dilakban dan dimasukkan ke kardus. Jika ditelusuri, foto tersebut merupakan anak korban pembunuhan yang ditemukan di daerah Kampung Belakang, Jembatan Sahabat, Kamal, Jakarta Barat, pada 2 Oktober 2015. Foto itu kemudian disebar bersama informasi maraknya kasus penculikan anak.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul menegaskan bahwa informasi tersebut hoax. ”Sudah pernah menyebar pada 2015,” katanya. Tapi, kabar itu kembali liar pada 2016 dan tahun ini. Mungkin karena rata-rata pengguna medsos hobi membagikan kabar (meski kadang tidak dibaca dulu), hoax itu terus cepat menyebar begitu ada yang mem-package ulang.
Polisi menduga ada yang sengaja menyebarkan informasi tersebut. Hanya, dia belum mengetahui apa motivasinya. ”Kami masih mencari buzzer-nya. Mungkin ada pelanggaran pidana di situ,” jelasnya.
Dari penelusuran Jawa Pos, kabar palsu itu tersebar sejak akhir Juli dari berbagai daerah. Ada yang mengunggah kabar tersebut dari Jakarta, Kalimantan Tengah, juga Jawa Timur. Penyebarannya mirip dengan serangan dari segala penjuru.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
