Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Agustus 2017 | 18.48 WIB

Cerita Heboh Bocah Tewas saat Tidur

HATI-HATI MENERIMA PESAN: Pesan berantai tentang cerita bocah yang tidak jelas sumbernya. - Image

HATI-HATI MENERIMA PESAN: Pesan berantai tentang cerita bocah yang tidak jelas sumbernya.

JawaPos.com- Dunia orang tua yang memiliki anak masih sekolah taman kanak-kanak (TK) sedang dihebohkan pesan bertaut tentang anak yang meninggal di sekolah. Penyebabnya, guru memaksa anak untuk tidur meski baru saja makan dan masih kekenyangan. Pesan tersebut membanjiri grup media sosial, terutama wali murid TK.


Namun, ada kejanggalan yang teramat mendasar dari cerita itu. Pertama, waktu dan tempat kejadian tidak disebutkan. Kedua, penulis dan nama korban tidak jelas. Ketiga, tidak ada satu pun media mainstream yang pernah memuat berita tersebut. Terakhir, ealah...fotonya juga ilustrasi anak-anak TK dari luar negeri.


Pesan yang disebar itu tidak utuh. Hanya capture tulisan berbentuk gambar yang judulnya akan membuat para orang tua sangat penasaran. Bocah Ini Tewas saat Tidur Siang di Taman Kanak-Kanak. Di bagian atasnya, tertulis larangan memaksa anak tidur seusai makan karena bisa membuat anak bernasib sangat miris.


Tulisan tersebut mulai disebar pada 31 Juli 2017. Berdasar penelusuran Jawa Pos, capture tulisan dengan judul tersebut bersumber dari rubrik jurnalisme warga pada laman sebuah portal berita online. Pengunggahnya menggunakan nama Tika Tika Tika.


Tika mengunggah cerita tentang seorang anak yang menggunakan nama samaran Iwan. Bocah berusia lima tahun itu pada pagi harinya sarapan nasi ketan ayam dan segelas susu. Saat makan siang, wali kelas Iwan berpesan agar tidak membuang-buang makanan dan harus dimakan sampai habis. Iwan disebut sebagai anak yang taat sehingga memakan ransum makan siangnya sampai habis.


Pukul 12.10 guru menyuruh semua anak tidur. Tapi, setelah semua temannya tertidur, Iwan tetap asyik bermain. Saat ditanya guru, Iwan mengaku tidak bisa tidur karena kekenyangan. Namun, guru TK berkata kepada Iwan bahwa anak-anak harus tidur siang. ”Kalau tidak, nanti tidak akan tumbuh besar. Akhirnya Iwan pun tertidur dengan menelungkupkan wajah ke bantalnya,” tulis Tika.


Singkat cerita, Iwan akhirnya meninggal dunia. Ada kotoran berwarna hitam yang keluar dari hidung dan mulutnya. Tika menuliskan, berdasar diagnosis dokter (enggak disebutkan siapa dokternya), Iwan yang sedang kekenyangan langsung tidur sebelum makanannya dicerna. Akibatnya, makanan yang belum dicerna itu mengalir kembali ke kerongkongan. Makanan itu menghalangi trakea (tabung tenggorokan) dan memicu terjadinya kematian.


Meski tidak jelas sumbernya, laman jurnalisme warga itu cepat tersebar luas. Dari tautan halaman tersebut saja, sudah tersebar sebanyak 12.700 kali. Belum lagi dengan sebaran melalui capture dari judul dan gambar tulisan tersebut. Jumlahnya tidak terhitung.


Klaim kesimpulan bahwa Iwan meninggal karena disuruh tidur seusai makan dan saat masih kenyang sebenarnya tidak beralasan. Dokter spesialis anak dr Irma Lestari SpA mengatakan, penyebab utama kematian anak, secara berurutan, adalah sumbatan jalan napas (airway), hambatan kadar kecukupan pernapasan (breathing), dan gangguan sirkulasi darah.


Irma kemudian memberikan penilaian dari cerita Tika. Dari tulisan itu disebutkan bahwa Iwan ditemukan tidak bernyawa saat telungkup. ”Bisa jadi saat tertidur, wajah dan hidungnya tertutup bantal,” katanya. Bagaimana dengan refluks (makanan keluar dan masuk lewat jalan nafas) sebagai penyebab, Irma mengatakan bahwa hal itu kecil kemungkinan terjadi saat anak tengkurap.


FAKTA:
Cerita tentang siswa TK yang meninggal karena dipaksa tidur setelah makan tidak jelas sumbernya. Penulisnya juga tidak mencantumkan identitas.
Dokter spesialis anak menyebut kemungkinan kecil kematian anak disebabkan refluks saat anak tidur tengkurap.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore