Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 September 2026 | 19.56 WIB

Wamenkomdigi Nezar: Film Bisa Jadi Senjata Melawan Judol dan Pinjol

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria. (Komdigi) - Image

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria. (Komdigi)

 JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria melihat industri film memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Menurut Nezar, pesan mengenai bahaya kedua praktik tersebut dapat disampaikan dengan lebih mudah melalui cerita audiovisual. Film memungkinkan penonton melihat secara langsung bagaimana persoalan judol dan pinjol ilegal memengaruhi kehidupan korban, keluarga, hingga hubungan sosial di sekitarnya.

“Masyarakat bisa melihat bagaimana seseorang masuk ke dalam masalah, bagaimana tekanan berkembang, dan bagaimana dampaknya ikut dirasakan keluarga serta orang-orang di sekitarnya,” ujar Wamen Nezar saat menerima audiensi Indonesian Institute of Journalism (IIJ) bersama tim produksi film Menang untuk Kalah di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat dikutip Rabu (2/9).

Pandangan tersebut membuat Nezar memberikan apresiasi terhadap film Menang untuk Kalah. Film tersebut mengangkat persoalan pinjol ilegal melalui kisah kehidupan sebuah keluarga yang terdampak praktik tersebut.

Nezar menilai penggambaran dari sisi keluarga menjadi hal penting. Sebab, pelaku pinjol ilegal tidak hanya memanfaatkan informasi pribadi dan melakukan profiling terhadap peminjam, tetapi juga dapat menggunakan data tersebut sebagai alat untuk memberikan tekanan.

Dampak yang muncul pun berpotensi melebar. Persoalan yang awalnya dialami peminjam dapat ikut membebani keluarga, teman, hingga lingkungan sosial korban.

"Para korban pinjol ilegal harus menerima tekanan psikologis yang besar dan tagihan dengan bunga tinggi, bahkan sampai dipermalukan di lingkungannya," ujar Nezar.

Menurut Nezar, penyampaian pesan melalui alur cerita juga membantu masyarakat memahami latar belakang seseorang ketika akhirnya terjerat pinjol ilegal. Tidak semua korban menggunakan layanan tersebut untuk memenuhi keinginan konsumtif.

Dalam kondisi tertentu, kebutuhan yang mendesak dan persoalan ekonomi dapat membuat seseorang mengambil pinjaman ketika berada dalam tekanan. Situasi tersebut kemudian bisa berkembang menjadi persoalan yang lebih besar ketika korban berhadapan dengan bunga tinggi maupun tekanan dari penyedia pinjol ilegal.

Nezar pun melihat film sebagai salah satu sarana yang dapat dikombinasikan dengan program literasi digital. Pesan yang disampaikan dalam film dapat diperluas melalui kegiatan diskusi setelah pemutaran.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore