Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Agustus 2026 | 05.15 WIB

Google Pakai AI untuk Cegah Jejak Pesawat Picu Pemanasan Bumi

Ilustrasi penggunaan Google AI Search. (Google) - Image

Ilustrasi penggunaan Google AI Search. (Google)

JawaPos.com - Google menggandeng pemerintah Inggris untuk menguji teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu pesawat menghindari pembentukan contrail, yakni jejak kondensasi di belakang pesawat yang berpotensi memerangkap panas dan memperburuk pemanasan Bumi.

Seperti dilansir dari Engadget, teknologi tersebut akan diuji melalui proyek bernama Operation Blue Skies di wilayah udara Shanwick, kawasan yang berada di atas timur laut Samudra Atlantik. Dalam proyek ini, AI akan digunakan untuk memprediksi bagian atmosfer yang paling berpotensi memicu pembentukan contrail.

Jika area tersebut berhasil diidentifikasi, sejumlah pesawat akan melakukan penyesuaian ketinggian untuk menghindari kondisi atmosfer yang memungkinkan terbentuknya jejak kondensasi tersebut.

Contrail merupakan garis putih panjang yang terlihat di belakang pesawat. Jejak tersebut terbentuk ketika uap air dari mesin jet mengembun dan membeku saat pesawat melintasi atmosfer yang dingin dan lembap.

Meski terlihat sederhana, contrail dapat memberikan dampak terhadap iklim. Jejak ini dapat bertahan di atmosfer dan memerangkap panas yang dipancarkan dari Bumi.

Para peneliti memperkirakan contrail berkontribusi terhadap sekitar sepertiga dari total dampak iklim sektor penerbangan. Fenomena ini berbeda dengan klaim mengenai chemtrail yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Operation Blue Skies akan berlangsung selama 30 bulan dan melibatkan sejumlah penerbangan terbatas. Pesawat yang berpartisipasi akan mengalami penyesuaian kecil terhadap jalurnya, tetapi tetap berada dalam koridor operasional penerbangan normal.

Uji coba tersebut akan dilakukan selama dua musim dingin mendatang. Petugas pengatur lalu lintas udara nantinya memanfaatkan prakiraan cuaca untuk menentukan lokasi di atmosfer yang memiliki potensi tinggi memicu pembentukan contrail.

Pada kondisi tertentu, pesawat dapat diarahkan untuk mengubah ketinggiannya hingga 2.000 kaki. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pesawat melewati lapisan atmosfer yang tidak mendukung pembentukan contrail.

Dari sekitar 10.000 penerbangan yang diperkirakan melintasi wilayah uji coba setiap tahun, hanya sekitar 1 hingga 5 persen yang diperkirakan akan mengalami perubahan jalur.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore