Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00.43 WIB

Menkomdigi Meutya Dorong Digitalisasi Layanan Publik, Jangan Sampai Warga Harus Datang Berulang Kali

Digitalisasi memudahkan banyak pekerjaan. (Btech) - Image

Digitalisasi memudahkan banyak pekerjaan. (Btech)

JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan pentingnya memastikan transformasi digital benar-benar memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan digitalisasi perlindungan sosial dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8).

Menurut Meutya, keberhasilan digitalisasi layanan pemerintah tidak cukup hanya ditandai dengan beralihnya proses administrasi dari cara konvensional ke platform digital.

Teknologi harus mampu memangkas waktu, biaya, sekaligus mengurangi beban administratif yang selama ini harus ditanggung masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, teknologi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Digitalisasi bukan sekadar memindahkan proses ke sistem digital, tetapi bagaimana teknologi memangkas waktu, biaya, dan beban administratif yang selama ini dirasakan masyarakat,” ujar Meutya Hafid di Jakarta.

Ia mencontohkan, masyarakat seharusnya tidak lagi perlu mendatangi kantor pemerintah berulang kali hanya untuk mengakses sebuah layanan. Begitu pula dengan pengisian data yang semestinya tidak perlu dilakukan kembali apabila informasi tersebut sudah tersedia dalam sistem pemerintah.

“Ketika masyarakat bisa mengakses layanan pemerintah tanpa harus datang berkali-kali, mengeluarkan biaya perjalanan, atau mengulang data yang sudah dimiliki negara, di situlah digitalisasi memberikan manfaat yang nyata,” kata Meutya.

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperkuat infrastruktur serta ekosistem digital nasional.

Konektivitas yang semakin luas, infrastruktur yang andal, serta sistem digital yang aman dan terpercaya dinilai menjadi fondasi agar layanan pemerintah berbasis teknologi dapat digunakan masyarakat secara lebih merata.

Sementara itu, digitalisasi perlindungan sosial yang disoroti Presiden Prabowo saat ini telah diterapkan di 153 kabupaten dan kota yang tersebar di 38 provinsi.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore